hut

Lomba Keterampilan, Ajang Pelajar Berkebutuhan Khusus Unjuk Gigi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Sebanyak 200 orang dari jenjang Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) yang berasal dari 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat, mengikuti lomba keterampilan dan pameran hasil karya siswa sekolah luar biasa (SLB).

Kepala Dinas Pendidikan, Sumatera Barat, Adib Alfikri, mengatakan, penyelenggaraan lomba keterampilan dan pameran hasil karya siswa SLB tersebut, bertujuan untuk peningkatan keterampilan dan penguatan pendidikan karakter, bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Kepala Dinas Pendidikan, Sumatera Barat, Adib Alfikri, saat menyampaikan sambutan di acara lomba keterampilan dan pameran hasil karya siswa SLB tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan di halaman kantor Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Kamis (14/11/2019)/Foto: M. Noli Hendra

Hal ini dikarenakan, melalui lomba keterampilan dan pameran hasil karya siswa itu, para siswa SLB akan dikenalkan kemajemukan dan beragam keunikan potensi keterampilan dan seni dalam budaya daerah.

Ia menyebutkan anak berkebutuhan khusus yang berada di era kini juga harus mengikuti tren milenial, yakni berinovasi, berkarya dan harus berkreasi, yang sejalan dengan peningkatan mutu pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang sekaligus meningkatkan sumber daya manusia.

“Kali ini di Sumatera Barat anak-anak berkebutuhan khusus sebenarnya sudah milenial, berinovasi, berkarya. Buktinya dalam lomba kali ini, mereka melahirkan sejumlah karya, dan hal ini tentunya dapat meningkatan keterampilan dan penguatan pendidikan karakter, bagi peserta didik berkebutuhan khusus,” katanya dalam lomba keterampilan dan pameran hasil karya siswa SLB tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan di halaman kantor Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Kamis (14/11/2019).

Adib menyebutkan, lomba tersbeut juga menggali potensi peserta didik berkebutuhan khusus di bidang non-akademik, khususnya bidang keterampilan dan memberikan kesempatan berkarya. Sehingga timbul motivasi yang kuat untuk mampu beraktualisasi diri dan berkompetisi secara sehat, dalam mencapai puncak prestasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki setiap peserta didik ABK.

”Dengan lomba ini diharapkan agar peserta didik ABK dapat mengembangkan ide-ide dan kreativitasnya, dalam bidang non-akademik serta karya-karya nyata yang diminati oleh peserta didik berkebutuhan khusus sejak dini, sampai kelak bisa menjadi mandiri, sehingga rasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki semakin besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PSLB Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Irman, mengatakan, tujuan pelaksanaan lomba tersebut untuk meningkatkan semangat kemandirian dalam berkarya dan berprestasi.

Selain itu, lomba ini menghasilkan peserta didik yang terampil bidang non-akademik khususnya bidang keterampilan menjahit (menyulam), membatik hantaran, membuat bunga buatan, kecantikan (merias wajah), tata boga (menghias kue), kriya kayu (mengukir) dan kreasi barang bekas (limbah).

Diakuinya bahwa kegiatan tersebut pertama kali dilaksanakan oleh Pemprov Sumatera Barat, dan berharap kegiatan itu, dapat menyalurkan hasil  produk-produk kerajinan  siswa-siswi SLB.

“Hasil-hasil dari kerajinan anak-anak SLB ini akan kita buat kerja sama dengan pihak ketiga. Selain itu, hasil kerajinan yang dibuat telah kita beli untuk kebutuhan dari Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Lihat juga...