Mahasiswa FK UB Desain Batik Motif Anatomi Tubuh

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) mendesain berbagai motif batik guna mengasah sekaligus mengembangkan jiwa entrepreneurship para calon dokter tersebut. Uniknya motif yang mereka gunakan merupakan motif anatomi tubuh manusia.

Dekan FK UB, Dr. dr. Wisnu Barlianto, Msi. Med,Sp.A(K) (batik biru) dan ketua Batara UB, Dr. Suhabudin, SH. MH meninjau salah satu motif batik anatomi karya mahasiswa FK UB di di Graha Medika FK UB, Kamis (28/11/2019). -Foto: Agus Nurchaliq

Dekan FK UB, Dr. dr. Wisnu Barlianto, Msi. Med,Sp.A(K), menjelaskan bahwa entrepreneurship sudah menjadi salah satu mata kuliah wajib di fakultas, yang kemudian adobsi di kedokteran menjadi medical entrepreneurship.

“Bentuk kegiatannya bermacam macam, ini salah satu bentuk mata kuliah entrepreneurship dimana pada akhir kuliah para mahasiswa kedokteran diharuskan mendesain suatu project yakni tentang batik anatomi,” ujarnya usai membuka Medical Entrepreneurship and Creativity Competition di Graha Medika FK UB, Kamis (28/11/2019).

Kedepannya pihaknya juga akan bersinergi dengan Badan Pengelola Usaha (BPU) UB dimana nanti ada unit usaha batik yang akan  dikembangkan termasuk patennya.

Lebih lanjut, ketua Batik Nusantara (Batara) UB, Dr. Suhabudin, SH. MH, menyampaikan bahwa batik motif anatomi adalah salah satu motif yang akan dikembangkan dalam proyek Batara UB.

“Batik kita nanti ada yang bermotif UB ada juga yang bermotif masing-masing fakultas. Harapannya nanti batik bisa menjadi salah satu produksi pengembangan kita bekerja sama dengan masyarakat,” ungkapnya.

Jadi Batara UB yang mempunyai desainnya tetapi nanti bekerja sama dengan mitra para pengusaha batik sehingga menjadi suatu produksi batik.

“Pertama mungkin untuk kepentingan internal untuk seragam, kemudian sovenir tapi mungkin nanti bisa juga dijual keluar dengan suatu motif tertentu. Karena nanti memang akan dikembangkan untuk menjadi kegiatan usaha yang bisa diproduksi,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu karya batik anatomi milik tim Kedokteran Batik (Doctic) menawarkan dua motif batik anatomi yakni motif Belung dan Jenggama.

“Belung artinya tulang dalam bahasa jawa. Sedangkan filosofinya sendiri adalah penyanggah tubuh yang kokoh. Jadi nanti setiap orang yang memakai batik ini harus menjadi orang yang berkepemimpinan kokoh,” ucap salah satu anggota tim, Dewi Pematasari.

Sedangkan motif Jenggama, dari bahasa sansekerta yang artinya kehidupan. Nama ini diambil karena pada desain ini mencakup beberapa motif yakni mitokondria, badangolgi dan sebagainya yang merupakan organel dalam sel yang merupakan unit terkecil dalam tubuh manusia.

“Motif Jenggama memiliki filosofi kalau kehidupan itu selalu beregenerasi seperti sel,” terangnya seraya menyebut untuk harganya sendiri dipatok Rp449.900 per lembar kain batik.

Lihat juga...