Malaysia Bangun Pabrik Pakan di Lombok Barat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LOMBOK BARAT  – Sebagai bentuk langkah kongkret atas nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam bidang investasi, Pemerintah Malaysia melalui Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) mulai merealisasikan komitmen menanamkan investasi pembangunan pabrik pakan ternak senilai Rp60 miliar di NTB.

“Pembangunan pabrik pakan di Science Techology Industrial Park (STIP) Banyumulek, Lombok Barat (Lobar) dan pengembangan Pulau Dangar Sumbawa merupakan tindak lanjut dari MoU antara pemerintah Malaysia dengan NTB,” Datuk Rizal, Wakil Ketua DPIM di acara launching pabrik pakan STIP Banyumulek, Lombok Barat, Rabu (13/11/2019).

Datuk Rizal menjelaskan, konsep pembangunan yang akan dilakukan di NTB adalah ramah lingkungan. Untuk area pabrik pakan di STIP seluas 4 hektare, groundbreaking akan dilakukan pada bulan Desember mendatang bertepatan dengan hari ulang tahun Provinsi NTB.

Dikatakan, nantinya daya produksi pabrik pakan tersebut sebesar 16.000 ton per tahun untuk kebutuhan lokal dan peningkatan kapasitas produksi akan dilakukan sejalan dengan permintaan pasar.

“Untuk kebutuhan bahan baku dan pekerja, 60 persennya adalah hasil dari komoditas daerah di NTB. Namun ke depan ia berharap bahan baku benar-benar 100 persen dihasilkan di NTB. Untuk tenaga kerja, 100 persen juga dari NTB,” katanya.

Komitmen ke depan, jika pemerintah terus memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi, maka kami optimis akan banyak investor Malaysia yang akan tertarik berinvestasi di NTB.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menyambut gembira kegiatan launching pabrik pakan di NTB. Hal ini sejalan dengan program industrialisasi yang sedang gencar dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Acara launching pabrik pakan senilai Rp60 miliar di kawasan STIP Banyumulek, Lombok Barat, Rabu (13/11/2019) – Foto: Turmuzi

Selain pabrik pakan, Rohmi juga menyambut baik pengembangan Pulau Dangar di Pulau Sumbawa oleh Investor Malaysia menjadi kawasan wisata berkelas dunia.

“Sangat menyambut baik konsep pengembangan Pulau Dangar yang ramah lingkungan, tidak merusak ekosisten alam yang sudah ada dan hal ini juga sejalan dengan apa yang menjadi konsen pemerintah membangun dunia investasi yang ramah lingkungan,” katanya.

Rohmi pun meminta jajaran pemerintah, baik provinsi dan kabupaten kota serta masyarakat NTB untuk selalu ramah dan mempermudah segala urusan terkait dengan investasi. Dengan demikian maka investasi lainnya akan segera terbangun di NTB.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk mempermudah segala urusan investasi di NTB. Selama hal tersebut saling menguntungkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Selama muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kami berkomitmen untuk mempermudah investasi di NTB,” tutupnya.

Lihat juga...