hut

Masyarakat Indonesia Diajak Bersiap Hadapi Bencana

Ilustrasi - Dok CDN

JAKARTA – Masyarakat Indonesia diajak untuk bersiap siaga menghadapi kemungkinan bencana. Hal itu dapat dilakukan melalui pendidikan kebencanaan sejak dini sejak di sekolah.

“Perlu adanya pembelajaran bagi siswa di sekolah terkait penanggulangan bencana yang sesuai dengan ancaman bencana di daerah masing-masing. Nantinya siswa diharapkan akan menyampaikan kepada keluarga dan temannya,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, dalam kunjungannya ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (20/11/2019).

Dalam kunjungan tersebut, Muhajir menyebut mendapat penjelasan singkat dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Kapusdatinmas BNPB) Agus Wibowo, terkait tipe-tipe erupsi gunung berapi. Penjelasan memanfaatkan Diorama Kebencanaan milik BNPB dan pusat pengendali operasi, yang merupakan posko 24 jam. Dari posko tersebut diterima dan menyebarkan informasi, terkait dengan bencana di Indonesia.

Selain mendapat penjelasan singkat, rombongan Menko PMK juga mengunjungi AHA Centre, yang ada di lantai 13 Graha BNPB. Di lokasi tersebut juga mendapatkan penjelasan terkait penanggulangan bencana secara lengkap oleh Kepala BNPB.

Terkait kesiapsiagaan selama pancaroba dan menjelang musim hujan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, kesiapsiagaan merupakan salah satu faktor penting bagi masyarakat dalam menghadapi bencana. Kesiapsiagaan perlu dipersiapkan untuk mengurangi kemungkinan timbulnya korban. “Jatuhnya korban dapat diminimalisir dengan cara meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat,” tandasnya.

Masyarakat perlu waspada terhadap ancaman yang kemungkinan dapat terjadi di daerahnya, dan perlu mempelajari apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana. Selain kesiapsiagaan masyarakat, juga tidak kalah penting adalah penanaman vegetasi. “Menjaga alam dengan cara menanam kembali pohon-pohon juga dapat mengurangi akibat dari bencana. Jika terjadi tsunami pohon dapat mengurangi derasnya ombak, tebing-tebing yang ditanami pohon tertentu juga akan mencegah terjadinya longsor,” ujar Doni.

Upaya untuk mengurangi dampak bencana dapat dilakukan melalui penanaman vegetasi seperti menanam pohon sagu. Pohon sagu merupakan pohon yang dapat tumbuh di lahan gambut, dan dapat merestorasi gambut pascakarhutla. (Ant)

Lihat juga...