hut

Maulid Nabi, Antisipasi Harga Disdag NTB Gelar Pasar Murah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok (bapok) selama Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW, Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar kegiatan pasar murah selama satu bulan penuh.

“Setiap momen PHBI seperti perayaan maulid nabi, tingkat konsumsi masyarakat biasanya cukup tinggi, untuk antisipasi lonjakan harga dan pemenuhan kebutuhan Bapok, Disdag NTB menggelar pasar murah selama satu bulan penuh,” kata Kepala Disdag NTB, Hj. Putu Selly Andayani, di Mataram, Rabu (6/11/2019).

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Putu Selly Andayani (tengah), saat ditemui di Mataram, Rabu (6/11/2019). Foto: Turmuzi

Pasar murah digelar juga, agar masyarakat bisa membeli Bapok dengan harga terjangkau, menjalin kerjasama dengan puluhan distributor yang ada di masing-masing kabupaten/kota, untuk harga  juga sesuai dengan harga distributor.

Pasar murah juga dimaksudkan untuk menstabilkan harga karena biasanya menjelang hari besar keagamaan harga Bapok selalu naik terlebih di Kota Mataram khusunya Lombok yang merayakan maulid dengan cara yang berbeda yakni sebulan penuh.

“Tradisi maulid di Lombok sedikit berbeda dengan daerah lain, karena selama bulan maulid, masyarakat melakukan perayaan dengan berbagai acara selamatan, dibarengi makan dalam porsi besar dan banyak. Untuk berjaga-jaga harga melonjak, antisipasi dilakukan dengan mengadakan pasar murah,” katanya.

Deputi kepala bidang ekonomi moneter perwakilan Bank Indonesia (BI ) perwakilan NTB, Wahyu Ari sebelumnya menyebut, momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat maupun permintaan masyarakat terhadap kebutuhan Bapok mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Sebagai langkah antisipatif meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat pada momen Maulid Nabi tersebut, harus diimbangi dengan pasokan Bapok yang memadai serta memastikan kelancaran distribusi Bapok dan harga melalui operasi pasar pemantauan yang dilakukan oleh satgas pangan. Ini dilakukan guna memastikan kelancaran dan harga bahan pokok selama perayaan maulid.

Kenaikan biasa terjadi, karena konsumsi masyarakat naik pada saat momen tersebut, meskipun begitu pihaknya meminta agar masyarakat jangan terlalu panik dikarenakan stok untuk bahan pokok yang diperlukan sudah tersedia.

Lihat juga...