hut

Mengenal Gula Kristal Organik Banyumas

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BANYUMAS — Kabupaten Banyumas dikenal sebagai salah satu penghasil gula kristal yang cukup besar. Banyak produk dari Kota Satria ini yang sudah mendunia. Namun tak banyak yang mengetahui bagaimana proses pembuatannya.

Manajer Koperasi Liga Sirem, Nasrudin, Selasa (19/11/2019) menjelaskan tetang gula kristal organik. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Jika gula pasir biasa diproduksi dari tebu, maka gula kristal ini bahan bakunya adalah nira yang diambil dari pohon kelapa. Para penderes biasa mengambil dengan menggunakan bumbung dari kayu yang biasa disebut bongkor. Setiap hari penderes memasang bumbung tersebut pada bagian manggar pohon kelapa dan mengambilnya pada pagi harinya.

Selanjutnya nira tersebut dimasak dalam wajan besar dengan menggunakan tungku. Kematangan terlihat dari airnya yang mengental. Jika langsung dicetak dalam bambu-bambu kecil, maka adonan tersebut menjadi gula cetak atau orang biasa menyebutnya gula jawa.

Namun, jika ingin membuat gula kristal ada proses lagi yang harus dilalui, yaitu nira yang sudah dimasak harus digosokan pada wajan besar hingga muncul butiran-butiran. Selanjutnya, harus diayak untuk memastikan hanya butiran terhalus yang diambil. Sisa butiran digosokan lagi dan diayak kembali, hingga semuanya menjadi butiran halus.

Salah satu pelaku bisnis gula kristal, Nasrudin mengaku butuh waktu lama untuk mengedukasi petani supaya mau memproduksi. Sebab, pada awalnya petani penderes sudah biasa memproduksi gula cetak yang prosesnya pembuatannya lebih mudah dan cepat.

“Meskipun gula kristal harganya lebih mahal, tetapi butuh waktu bertahun-tahun untuk membuat petani penderes mau beralih,” tuturnya, Selasa (19/11/2019).

Harga gula cetak sekarang ini hanya Rp 13.000 per kilogram, sementara harga gula kristal sampai Rp 16.000 per kilogram, bahkan untuk organik harganya mencapai Rp 18.000 per kilogram.

Sementara untuk ketentuan kategori organik atau bukan ada dua faktor penentu, yaitu faktor pupuk dan kondisi tanah serta penggunaan laru atau ragi dalam proses penyadapan. Untuk menghasilkan nira organik, laru yang digunakan biasanya berupa gamping atau kulit buah manggis. Sementara yang non organik menggunakan obat bahan kimia yang banyak dijual di toko-toko.

“Kalau petani binaan kita, sekarang semua sudah menggunakan laru organik, hanya saja ada beberapa petani yang lahan kelapanya masih mengandung zat kimia. Karena untuk membersihkan unsur kimia dari tanah membutuhkan waktu cukup lama, terlebih jika ada lingkungan sekitar yang lahannya menggunakan pupuk kimia,” tutup Nasrudin.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com