hut

Menteri KP Lepas Ekspor Raya Perikanan 20.151 Ton

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo melepas ekspor raya dengan volume komoditi perikanan mencapai 20.151 ton dari Pelabuhan Teluk Lamong, Jawa Timur, Jumat (22/11).

Komoditi tersebut terbagi atas 34,7 persen hasil budidaya dan 65,3 persen hasil tangkap dengan nilai USD. 137,6 juta atau setara Rp1,79 triliun. Hasil perikanan tersebut berasal dari 238 UPI sejumlah 1.004 unit kontainer.

Ekspor raya kali ini dikirim ke 43 negara dengan jenis komoditi rumput laut, tuna, tongkol, cakalang, rajungan, cumi, ikan terbang, surimi, kerang, kepiting, bawal, sidat, bekicot, paha kodok, kakap, kerapu, nila dan udang.

Dikatakan ekspor raya produk perikanan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang saling bahu membahu demi keberlanjutan usaha sektor perikanan Indonesia. Sinergi diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan dan meningkatkan nilai tambahnya.

“Tidak ada keberhasilan hari ini yang besar tanpa kerja sama semua pihak, terutama yang paling penting para pelaku usaha sektor perikanan baik budidaya maupun perikanan tangkap. Tanpa keberadaan Anda semua pelaku usaha, upaya hari ini tak akan pernah ada,” ungkap Edhy Prabowo, Jumat (22/11/2019).

Menurutnya, para pelaku usaha merupakan ujung tombak perekonomian negara sehingga pemerintah memiliki kewajiban untuk melayani kebutuhan usaha mereka dengan baik. Salah satunya melalui penyederhanaan dan percepatan proses berbagai perizinan usaha.

“Tugas saya bagaimana melakukan upaya agar hal-hal yang buntu tidak terjadi, untuk melepaskan bottlenecking yang terjadi di mana-mana,” tukasnya.

Dia menyebutkan bahwa geliat industrialisasi sektor perikanan perlu didorong mengingat sektor perikanan berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Sebagaimana tercatat, kontribusi PDB Perikanan terhadap PDB Nasional menunjukkan peningkatan dari 2,32 persen pada tahun 2014 menjadi 2,60 persen pada tahun 2018. Nilai PDB Perikanan triwulan-III 2019 naik menjadi Rp62,24 triliun dari Rp58,58 triliun pada periode yang sama di 2018. (BPS, 2019).

“Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan pendapatan pelaku usaha sektor perikanan,”paparnya.

Peningkatan PDB sektor perikanan merupakan dampak peningkatan produksi perikanan Indonesia. Pada tahun 2015, produksi perikanan tangkap mencapai 6,67 juta ton senilai Rp120,6 triliun meningkat menjadi 7,25 juta ton dengan nilai Rp210,7 triliun di 2018.

Sementara itu produksi perikanan budidaya sebesar 15,63 juta ton pada 2015 meningkat menjadi 17,25 juta ton di 2018 yang terdiri dari 6,88 juta ton ikan budidaya dan 10,37 juta ton rumput laut.

Dalam rangka mendorong industrialisasi KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). Ekspor raya tersebut bekerja sama dengan eksportir/unit pengolahan ikan (UPI), para pemangku kepentingan lainnya, dan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Ekspor raya kali ini, Mengusung tema “Ekspor Hasil Perikanan sebagai Pendorong Industri Perikanan”, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) KIPM.

Lihat juga...