hut

“Money Politic” Penyebab Korupsi Tinggi

Editor: Mahadeva

PURBALINGGA – Money politic, masih menjadi momok dalam setiap perhelatan pesta demokrasi di Indonesia. Baik pemilihan legislatif, pemilihan presiden, hingga pemilihan kepala daerah maupun kepala desa.

Money politic, berhubungan erat dengan korupsi. Dan sampai saat ini menjadi salah satu faktor utama, tingginya tingkat korupsi di Indonesia. “Ketika pemilu masih membutuhkan cost yang tinggi, maka tingkat korupsi juga tentu akan tetap tinggi. Karena itu, kami dari Bawaslu terus berupaya semaksimal mungkin untuk menekan money politic,” kata Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Gugus Risdaryanto, usai peluncuran Desa Anti Politik Uang (Desantiku) di Kabupaten Purbalingga, MInggu (10/11/2019).

Gugus mengapresiasi dicanangkannya Desa Karangmalang, Kecamatan Bobotsari, Desa Candiwulan, Kecamatan Kutasari dan Desa Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon, sebagai desa anti politik uang. Yaitu. “Terimakasih karena telah menyiapkan diri dan berkomitmen sebagai desa anti money politik kita berikhtiar bersama menolak praktik politik uang dalam Pemilu maupun Pilkada,” kata Gugus.

Ketua Bawaslu Purbalingga, Imam Nurhakim mengatakan, total ada empat Desantiku dan tiga Desa Pengawasan Pemilu (Dewaslu) di Purbalingga, Minggu (10/11/2019) – (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Dari catatannya, di Jawa Tengah saat ini sudah ada 105 desa anti politik uang. Keberadaanya menjadi sarana untuk melakukan sosialisasi anti money politic dari tingkat paling bawah yaitu desa.

Ketua Bawaslu Purbalingga, Imam Nurhakim, mengatakan, tiga desa tersebut sudah mendapatkan pembinaan secara intensif tentang anti politik uang. Masyarakat desa sudah sepakat dengan Bawaslu, untuk menolak politik uang. “Gerakan anti politik uang itu harus terus kita gelorakan, agar tidak mencederai proses demokrasi yang mana rakyat sebagai pemegang daulat,” kata Imam.

Imam mengklaim, tidak hanya Bawaslu yang berharap politik uang bisa diminimalisir. Masyarakat juga mengharapkannya, terbukti dengan dapat diluncurkannya Desa Kedunglegok, Desa Candiwulan serta Desa Karangmalang sebagai desa anti politik uang.

Diharapkan politik uang dapat hilang sehingga proses pemilu melahirkan pemimpin-pemimpin yang bersih, jujur dan adil. Karena selama ini, perilaku koruptif sering dilakukan oleh pejabat yang merupakan hasil dari penyelenggaraan pemilu.

Sebelumnya, di Januari lalu Bawaslu Purbalingga juga telah meluncurkan Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmocol sebagai desa anti politik uang. Sehingga di Kabupaten Purbalingga saat ini sudah ada empat Desantiku dan tiga Desa Pengawasan Pemilu (Dewaslu).

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com