hut

Musim Hujan di Banyumas, Warga Perlu Diedukasi Cara Hadapi Bencana

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Memasuki musim hujan yang lebih awal dari perkiraan, masyarakat di daerah rawan bencana perlu diingatkan untuk waspada. Selain itu, warga juga perlu diedukasi tentang cara menghadapi bencana dan diingatkan kembali tentang jalur-jakur evakuasi.

Hal tersebut disampaikan Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf Chandra, dalam silaturahmi bersama wartawan Banyumas, Senin (4/11/2019).

Menurutnya, edukasi untuk membentuk masyarakat sadar bencana sangat perlu dilakukan. Terlebih awal musim penghujan ini, sudah diwarnai dengan bencana longsor yang menelan korban jiwa di Kabupaten Banjarnegara.

“Di Kabupaten Banyumas kemarin juga sudah ada rumah yang terkena longsor, namun Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Musim hujan ini memang lebih awal dua minggu dari perkiraan dan intensitasnya langsung tinggi, sehingga masyarakat perlu diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan,” terang Dandim.

Edukasi untuk perorangan dalam menghadapi bencana, lanjut Dandim, sangat perlu dilakukan. Sehingga jika sewaktu-waktu ada bencana, warga sudah paham apa yang harus dilakukan di awal guna penyelamatan diri.

“Di Jepang misalnya, orang dewasa hingga anak-anak sudah paham, apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa, saat banjir bagaimana cara mengapung dan lain-lain. Masyarakat kita belum sampai pada edukasi seperti itu, sehingga harus mulai dipersiapkan. Jalur evakuasi, titik kumpul saat terjadi bencana, harus kembali diingatkan, supaya terbentuk masyarakat yang sadar dan tanggap bencana,” jelasnya.

Sementara itu, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, ada 18 kecamatan di Banyumas yang termasuk dalam wilayah rawan bencana, baik longsor, banjir maupun angin kencang.

Kecamatan yang rawan longsor yaitu Kecamatan Lumbir, Gumelar, Cilongok, Pekuncen, Ajibarang, Purwojati, Kedungbanteng, Somagede, Kemranjen, Kebasen dan Patikraja.

Kecamatan yang termasuk daerah rawan banjir antara lain, Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, Banyumas, Kalibagor, dan Purwokerto Selatan serta Lumbir. Dan wilayah yang rawan terjadi angin kencang yaitu Kecamatan Sokaraja, Kembaran, Sumbang, Baturraden, Kedungbanteng, Karanglewas, Cilongok, Ajibarang serta Pekuncen.

“Besok kita menggelar rapat koordinasi lintas sektoral, untuk mempertajam lagi pemetaan wilayah yang rawan bencana. Selain itu, peralatan bencana seperti perahu karet, tenda darurat dan lainnya, harus dilakukan pemeriksaan ulang, untuk memastikan saat dibutuhkan peralatan tersebut dalam kondisi bagus dan siap digunakan,” kata Dandim.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com