hut

Ombudsman Indonesia Kembali Terpilih Menjadi Dewan Direksi BoD AOA

Ketua Ombudsman Republik Indonesia Prof.Amzulian Rifai (kanan) bersama dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan (kiri) di sela-sela Sidang Umum Asosiasi Ombudsman Asia (AOA) di Istanbul, Turki, tanggal 18-19 November 2019 – Foto Ant

JAKARTA – Setelah melewati persaingan yang ketat, Ombudsman Republik Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan Direksi Asosiasi Ombudsman Asia (Board of Directors Asian Ombudsman Association/BoD AOA).

Dengan demikian, Indonesia sudah menjadi anggota BoD AOA untuk kedua kalinya. Kali ini Indonesia bersama empat negara lainnya akan menjadi anggota di periode 2019-2023. Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Prof.Amzulian Rifai, hadir sebagai pimpinan delegasi Indonesia dalam Sidang Umum AOA di Istanbul, Turki, pada 18-19 November 2019. Acara tersebut dibuka Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoan, di istana Dolmabahçe, Istanbul.

Terdapat 20 negara Asia anggota AOA yang memiliki hak memilih. Dalam pemilihan dengan kertas suara yang dilakukan secara terbuka, setiap negara yang memiliki hak suara berhak memilih lima negara sebagai anggota Dewan Direksi Asosiasi Ombudsman Asia.

Hasil perolehan suara, Cina (18 suara), Jepang (17), Indonesia (12), Korea Selatan (12), Turki (12). Terpilihnya Indonesia sebagai Dewan Direksi Asosiasi Ombudsman Asia menjadi prestasi internasional cukup membanggakan, karena negara-negara kuat lainnya sangat ingin terpilih sebagai anggota BoD tetapi belum berhasil.

Keanggotaan BoD lebih diminati karena untuk ketua hanya Pakistan saja yang mencalonkan diri. Tiga dari delapan negara lainnya yang mencalonkan diri tidak terpilih karena anggota BoD hanya lima negara. Tiga negara yang mencalonkan adalah, Thailand (11), Malaysia (8), dan Tatarstan (7). Malaysia dan Tatarstan adalah anggota BoD AOA pada periode 2015-2019. (Ant)

Lihat juga...