hut

Operasi Zebra Candi 2019, Pelajar Dominasi Pelanggaran Berlalulintas di Kebumen

Editor: Mahadeva

KEBUMEN – Operasi Zebra Candi 2019, yang digelar selama dua pekan di Kabupaten Kebumen mencatat, paling banyak pelanggaran lalu lintas di daerah tersebut dilakukan oleh kalangan pelajar.

Pelanggaran yang sering ditemui, tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), serta tidak membawa kelengkapan surat kendaraan. Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan, mengatakan, total jumlah pelanggaran yang ditindak selama Operasi Zebra Candi 2019, ada 4.341 pelanggaran.

Total ada 1.375 pelanggaran yang dilakukan oleh kalangan pelajar. “Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penekanan angka pelanggaran di kalangan pelajar. Antara lain melalui program goes to school yang sudah beberapa kali dilakukan. Kita selalu menyampaikan pentingnya tertib lalu lintas,” kata AKBP Rudy, Minggu (10/11/2019).

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat ditemui Cendana News di ruang kerjanya, MInggu (10/11/2019). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

AKBP Rudy menyebut, dalam kunjungan ke sekolah-sekolah, dia selalu berpesan agar para pelajar yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM, tidak mengendarai sepeda motor sendiri. Hal tersebut melanggar aturan, dan berpotensi membahayakan pengendara lain. Para orang tua diharapkannya, tidak mengizinkan anaknya yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM, untuk mengendarai sepeda motor. “Lebih baik orang tua mengalah untuk mengantarkan putra-putrinya sebentar ke sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, dari 4.341 pelanggaran yang ditemukan selama operasi, 3.469 pelanggaran mendapatkan pemberian Bukti Pelanggaran (Tilang). Sisanya, sebanyak 872 pelanggaran hanya mendapatkan teguran. Untuk pembayaran denda tilang, dipermudah dengan sistem e-Tilang. Proses pembayaran denda menjadi lebih cepat. Pelanggar tidak perlu datang menghadiri siding. Cukup membayar denda ke bank, kemudian mengambil STNK atau SIM yang disita petugas.

Lihat juga...