hut

Pakar Komunikasi: Penanganan Bencana Perlu Kedepankan Koordinasi

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Pakar komunikasi dan motivasi, Dr Aqua Dwipayana, menegaskan, dalam melakukan penanganan bencana perlu dikedepankan koordinasi. Apabila diabaikan dapat dipastikan kinerja di lapangan tidak bakal sukses.

Ia menyebutkan suatu kewajaran apabila dalam situasi penanganan bencana ada super sibuk melakukan berbagai upaya penanganan. Tapi komunikasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan tim yang terjun ke lapangan perlu saling berkoordinasi, sehingga target untuk melakukan penanganan dalam suatu bencana, bisa berjalan dengan baik.

“Jadi saya bilang stakeholder terkait mesti saling koordinasi. Dengan begitu komunikasi akan terjalin dengan baik, sehingga penanganan bencana di daerah dapat dilakukan dengan optimal,” katanya, saat memberikan penyegaran kepada perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Sumatera Barat, di Daima Hotel Padang, Rabu (20/11/2019).

Dikatakannya, peran komunikasi sangat vital terutama dalam kebencanaan yang tidak hanya berbicara dalam skala daerah di Tanah Air ini, tapi juga di luar negeri. Meski sejauh ini persoalan di lapangan soal miss komunikasi tidak begitu kental terlihat, namun dampaknya bisa dirasakan.

Misalnya ada pihak yang menanyakan seputar kondisi penanganan bencana, perlu di ketahui siapa orang yang bisa menjelaskan, dan jabatannya apa, serta soal data. Jika komunikasi sudah benar, maka hal yang demikian bisa diatasi.

“Saya yakin dengan komunikasi yang baik maka penanganan juga baik. Ini yang ditekankan Kepala BNPB, Doni Monardo. Untuk itu dalam kesempatan ini BNPB menugaskan saya untuk menjadi pembicara di seluruh Indonesia, meningkatkan komunikasi dan motivasi BPBD,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat, Erman Rahman, mengakui bahwa daerah Sumatera Barat adalah daerah gudangnya bencana, sehingga resiko yang ditimbulkan oleh bencana cukup besar. Supaya penanganan dilakukan secara optimal, dibutuhkan juga ada semacam pencerahan dari pakar komunikasi, untuk memotivasi BPBD se-Sumatera Barat.

Pihaknya ingin menyamakan persepsi dalam penanganan kebencanaan secara koordinasi, mulai dari tingkat provinsi, hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam penanganan bencana ini. Karena itu mesti terkoordinasi antara semua pihak,” ujarnya.

Dengan kehadiran pakar komunikasi, Aqua Dwipayanan, menurut Erman setidaknya dapat memberikan motivasi bagi perwakilan BPBD se-Sumatera Barat dalam menambah ilmu komunikasi. Apalagi hal ini merupakan program dari BPBD Sumatera Barat, sebagai tindak lanjut dari BNPB dalam hal komunikasi antar-stakeholder terkait penanganan bencana di daerah.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pelatihan bagi TRC dan relawan dalam mitigasi bencana. Hal tersebut merupakan bentuk dari kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, sehingga jika terjadi bencana semua tim sudah siap, dan saling koordinasi antar semua pihak dalam penanganannya.

Lihat juga...