hut

Pascagempa 7,1 SR, Aktivitas Warga di Ternate Kembali Normal

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo Saat Memberikan Keterangan Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan di Gedung BNPB, Jakarta beberapa waktu lalu - Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA — Pascagempa yang mengguncang, Kota Ternate, Maluku Utara dan sekitarnya dengan kekuatan 7,1 SR, aktivitas masyarakat setempat kembali normal. Bahkan sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing dan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan maupun korban jiwa.

“Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat, Imron Loloroi mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan patroli dan pendataan terkait situasi di lapangan. Katanya, gempa susulan dirasakan cukup kuat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo lewat keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Agus mengatakan, untuk situasi Kota Bitung dalam kondisi normal. Namun masih ada masyarakat yang bertahan di tempat tinggi karena ada gempa susulan. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa.

“Pantauan di Kota Ternate menggambarkan bahwa aktivitas masyarakat cenderung normal. Pusdalops BNPB menerima informasi yang menyebutkan belum ada laporan warga kota terkait kerusakan, termasuk korban,” ujarnya.

BPBD Kota Ternate, lanjut Agus masih intens melakukan pemantauan sambil mengkomunikasikan dengan pihak Kelurahan Mayau, Kecamatan Batang Dua serta pulau lain di wilayah terluar dari Kota Ternate yang berdekatan dengan pusat gempa. Pihak kelurahan setempat masih melakukan pendataan terkait kerusakan di wilayah tersebut.

“Berdasarkan laporan BPBD Kota Ternate warga yang semalam menjauh dari pantai, pagi ini mulai berangsur kembali ke rumah. BPBD mengimbau untuk selalu siap siaga terkait dengan gempa susulan,” ungkapnya.

Agus menambahkan, data Pusdalops BNPB mencatat dua orang mengalami luka atas nama Delvi Peo dan Mesin Bunga. Keduanya berasal dari Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate. Sedangkan dampak kerusakan, gempa memicu kerusakan di Kota Ternate seperti rumah dan rumah ibadah rusak ringan.

“Pusdalops BNPB mencatat enam rumah rusak ringan, di antaranya di Kelurahan Mayau 3 unit, Lekewi 2 dan Bido 1. Semuanya di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, sedangkan dua unit gereja rusak ringan di Kelurahan Bido dan Lelewi,” sebutnya.

Agus menyebutkan, upaya terus dilakukan yaitu melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD Kabupaten dan kota serta sektor terkait untuk mengidentifikasi korban kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi. Di samping itu, posko telah didirikan di Jalan Hasan Esa Takoma, Ternate.

Sebelumnya BMKG melaporkan gempa bumi dengan kekuatan M 7.1 pada tanggal 14 November 2019, pukul 23.17.43 WIB pada lokasi 1,67 LS 126.39 BT di kedalaman 173 Km.

Lihat juga...