hut

Pelele Kekurangan Pasokan Dampak Nelayan Istirahat Melaut

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Cuaca tidak bersahabat didominasi angin kencang, gelombang tinggi di perairan Selat Sunda, pesisir Barat Lampung membuat nelayan tidak melaut. Imbasnya sejumlah pedagang ikan keliling (pelele) kekurangan stok.

Maman, pelele asal Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) menyebutkan, sejak sepekan terakhir transaksi di tempat pelelangan ikan (TPI) dermaga Bom Kalianda menurun akibatnya kurangnya pasokan dari nelayan.

Pada kondisi normal, ia bisa menjual minimal sepuluh jenis ikan, seperti tongkol, kurisi , simba termasuk udang dan teri. Namun akibat berkurangnya nelayan yang ikut melakukan lelang membuat pelele kehabisan stok.

“Rata rata hanya nelayan lokal dengan kapal ukuran besar yang berangkat melaut namun sebagian ngebambang dari Banten memilih istirahat sandar di dermaga selama cuaca tidak bersahabat, imbasnya ikan yang dijual lebih sedikit jenisnya,” ungkap Maman saat ditemui Cendana News di Penengahan, Senin (4/11/2019).

Sehari ia rata rata bisa menjual sebanyak 50 hingga 100 kilogram ikan laut berbagai jenis. Pada kondisi minim hasil tangkapan ia hanya menjual maksimal 60 Kg ikan laut. Sisanya sekitar 30 kilogram ikan air tawar jenis lele, patin dan nila.

“Ikan laut sedang sulit diperoleh, kalaupun ada biasanya kiriman dari wilayah lain atau stok ikan yang disimpan di cold storage atau lemari pendingin,” papar Maman.

Edi Setiawan, pemilik bagan congkel di dermaga Muara Piluk mengaku kondisi perairan Selat Sunda didominasi angin berkecepatan 3-15 knots. Selain itu di sejumlah wilayah, tinggi gelombang 3 hingga 4 meter sesuai dengan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) stasiun maritim Panjang.

“Nelayan bisa melihat tanda tanda perairan tidak bersahabat ditandai ombak mutih di perairan,” papar Edi Setiawan.

Ahmad, nelayan bagan congkel di dermaga Muara Piluk Bakauheni Lampung Selatan memperbaiki tali putus penambat kapal akibat angin kencang, Senin (4/11/2019). Foto: Henk Widi

Ombak mutih atau berwarna putih menurut Edi Setiawan merupakan tanda angin cukup kencang. Ombak dengan kecepatan angin yang berpotensi membahayakan nelayan membuat sebagain nelayan memilih istirahat.

“Meski istrirahat melaut namun nelayan tetap harus waspada karena kapal di dermaga juga berpotensi hanyut jika tali putus,” ungkap Ahmad.

Pada musim angin kencang di perairan Selat Sunda Ahmad menyebut sejumlah nelayan memperhitungkan keselamatan. Sebab dua pekan sebelumnya akibat cuaca buruk satu kapal bagan milik nelayan Keramat Ketapang tenggelam.

Kapal bagan congkel yang tenggelam diakibatkan ombak besar dan bagian lampung kapal bocor. Selama istirahat melaut ia dan nelayan bagan lain memilih melakukan pengecekan peralatan tangkap sembari menunggu cuaca membaik.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com