Pembangunan IPAL di SIKS Untungkan Pengusaha Tempe Balikpapan

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BALIKPAPAN — Para pelaku usaha pembuatan tahu dan tempe di Sentra Industri Kecil Somber (SIKS), Kota Balikpapan, Kalimantan Timur menyambut baik proyek pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dicanangkan pemerintah setempat.

Ahmad Arifin, Wakil Ketua Primkopti menjelaskan perkembangan pembangunan IPAL, Rabu(27/11/2019). Foto: Ferry Cahyanti

Wakil Ketua Koperasi Primer Tahu Tempe (Primkopti) Ahmad Arifin (39) mengatakan, IPAL yang saat ini masih dalam proses pengerjaan akan membantu mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat operasional usaha mereka.

“Proyek pembangunan IPAL ini merupakan bantuan pemerintah pusat dan daerah melalui dana alokasi khusus. Kami senang karena proyek ini membawa dampak yang baik bagi semua,” kata Ahmad Arifin, Rabu (27/11/2019).

Sebagai catatan, SIKS berada di atas lahan seluas 9 hektare. Kawasan ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Balikpapan Nomor 6 Tahun 2000. SK itu sebagai dasar hukum relokasi pelaku usaha tahu tempe di satu kawasan untuk memudahkan pengelolaan limbah.

Di kawasan ini terdapat 94 unit rumah produksi yang didominasi pembuatan tahu dan tempe. Dalam sehari, ada sekitar 11 ton olahan tahu tempe yang memproduksi limbah tak sedikit . Pada mulanya, pemerintah melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas SIKS membangun pengolah limbah berupa enam kolam penampungan.

Sejak beberapa tahun terakhir, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan meningkatkan kualitas IPAL dengan membangun sarana pengolah yang lebih besar dan lebih baik. IPAL yang dibangun tidak lagi berupa kolam-kolam terbuka, sehingga bisa menekan bau yang menyengat.

“Saat ini juga sedang dibuat saluran air langsung dari rumah-rumah produksi menuju IPAL atau pusat pengolah limbah,” imbuh Arifin lagi. Pembuatan IPAL berlanjut tahun ini karena adanya bantuan dana alokasi khusus (DAK).

“Ada DAK 2019 nilainya Rp700 juta lebih dari pemerintah pusat. Tahun lalu SIKS juga mendapat bantuan pengembangan, bantuan keuangan dan pemerintah daerah,” kata Kepala Dinas Perindustrian UMKM dan Koperasi Balikpapan, Doortje Marpaung dalam kesempatan terpisah.

Pembangunan IPAL di SIKS diperkirakan selesai dan dapat beroperasi secara penuh pada tahun depan.

Dalam site plan yang dipublikasikan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kalimantan Timur, ada 5 kelompok industri di kawasan itu. Kelompok tersebut meliputi industri makanan, perbengkelan, pengolahan kayu, briket batu bara dan pengolahan limbah. Namun hingga tahun ini baru ada produksi tahu tempe yang bertahan. Sedangkan usaha pembuatan mainan anak-anak sudah lama gulung tikar.

Lihat juga...