hut

Pemdes Pasuruan Lakukan Labelisasi Rumah KPM PKH

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Pasuruan Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) mulai melakukan cat label (labelisasi) di rumah Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH).

Sumali, Kepala Desa Pasuruan menyebut sebanyak 77 rumah keluarga di desa tersebut secara bertahap dilabelisasi.

Proses labelisasi KPM PKH menurut Sumali, sesuai dengan surat Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Nomor 1902/4/HK.05/2019 tertanggal 9 Mei 2019.

Pemasangan stiker atau label sebelumnya menggunakan kata “Keluarga Miskin”, namun dalam ilmu pekerjaan sosial dapat menurunkan harkat dan martabat keluarga penerima manfaat berpotensi menimbulkan stigma negatif di masyarakat.

Sesuai dengan keputusan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, kata “Keluarga Miskin” diganti menjadi “Keluarga Pra-Sejahtera”. Sesuai dengan surat edaran dan sosialisasi bagi daerah yang terlanjur melakukan penempelan label keluarga miskin diharapkan mengganti dengan label keluarga prasejahtera.

“Khusus wilayah Desa Pasuruan label yang diberikan kepada KPM PKH mulai ditempel setelah ada edaran sehingga mulai mempergunakan keluarga Pra-Sejahtera,” ungkap Sumali saat ditemui Cendana News, Sabtu (30/11/2019).

Sesuai data, di Desa Pasuruan tercatat sebanyak 77 kepala keluarga KPM PKH. Proses pendataan KPM PKH dilakukan berdasarkan ketentuan untuk masyarakat kurang mampu. Program KPM PKH diberikan tepat sasaran untuk mengurangi angka kemiskinan.

Penerima PKH memiliki tujuan generasi berikutnya dapat keluar dari garis kemiskinan.

Sebanyak 77 KPM PKH di desa Pasuruan telah mendapat sosialisasi terkait labelisasi tersebut. Sesuai data sebanyak 1 keluarga KPM PKH berniat mengundurkan diri secara sukarela.

Bagi keluarga yang masih bertahan petugas disebutnya akan melakukan labelisasi dengan memakai cat. Pemberian label diakuinya sekaligus memudahkan petugas pendamping melakukan pengawasan.

“Ada sebanyak 8 dusun di desa Pasuruan KPM PKH yang rumahnya diberi label umumnya warga menerima setelah dilakukan sosialisasi,” ungkap Sumali.

Sukamsi, Koordinator Kecamatan KPM PKH Kecamatan Penengahan wilayah Desa Pasuruan, Desa Kelaten menyebut sebagian warga mengundurkan diri secara sukarela.

Sukamsi, Koordinator Program Keluarga Harapan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan wilayah Desa Pasuruan dan Kelaten saat pemberian label pada rumah penerima PKH, Sabtu (30/11/2019) – Foto: Henk Widi

Di Desa Kelaten Sukamsi menyebut dari sebanyak 155 KPM KPH mengundurkan diri sebanyak 3 orang. Alasan mengundurkan diri dari kepesertaan diantaranya setelah ada perbaikan secara ekonomi.

Sementara di Desa Pasuruan dari sebanyak 77 KPM KPH sebanyak 1 keluarga berniat mengundurkan diri. Pengunduran diri secara sukarela tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut.

Sebagian peserta yang mundur menurutnya sebagian karena sudah mampu secara ekonomi dan memberikan kesempatan kepada warga lain yang berhak menerimanya.

“Sebagian mundur dengan kesadaran sendiri bukan karena akan diberi label pada rumahnya dengan tulisan Keluarga Pra Sejahtera,” tutur Sukamsi.

Tin Sumarsih, warga Dusun Banyumas, Desa Pasuruan KPM PKH menyebut tidak keberatan rumah miliknya diberi label. Wanita yang hidup bersama sang anak tersebut mengaku masih menerima bantuan kebutuhan pokok berupa beras, mi dan telur ayam.

Tin Sumarsih, penerima PKH di Dusun Banyumas Kecamatan Penengahan Lampung Selatan masih memasak menggunakan bahan bakar kayu, Sabtu (30/11/2019) – Foto: Henk Widi

Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab pekerjaan sebagai buruh tani belum mencukupi untuk keperluan sehari-hari.

“Saya tidak memiliki kompor gas memasak masih menggunakan kayu bakar, berkat PKH saya terbantu,” beber Tin Sumarsih.

Tin Sumarsih juga menyebut meski tinggal di rumah geribik bambu, ia masih belum menerima program bedah rumah.

Ia menyebut masih bertahan dalam kepesertaan KPM PKH karena masih belum bisa meningkatkan kehidupan ekonomi keluarganya.

Bantuan berupa sembako disebutnya terkadang kerap masih kurang sehingga ia menanam sayuran untuk tambahan.

Lihat juga...