Pemerintah Siapkan Percepatan Pengembangan Transportasi Listrik

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyatakan, mobil listrik merupakan prioritas pemerintah dalam lima tahun kedepan

“Dalam strategi nasional, pemerintah punya lima produk manufaktur yang diprioritaskan yaitu dari food and beverage, elektronik, produk kimia dan farmasi, fashion dan tekstil serta yang kelima adalah otomotif,” kata Bambang saat menjadi Keynote Speaker pada acara Electric Vehicles Indonesia Forum & Exhibition 2019 di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Keseriusan pemerintah ini  terlihat dengan diadakannya program percepatan pemanfaatan tenaga listrik untuk transportasi di dalam RUEN.

“Dari kementerian yang saya pimpin, tanggung jawabnya adalah mempersiapkan purwarupa kendaraan bertenaga listrik atau hibrida, hingga siap diproduksi massal,” ucap Bambang.

Adapun secara teknis, dukungan yang akan diberikan oleh Kemenristek adalah sebagai sumber inovasi dan research bagi semua anak bangsa dan memberikan arahan dan bimbingan agar penelitian berorientasi kepada pasar dan memiliki manfaat bagi masyarakat.

“Terakhir adalah menjadi fasilitator pengembangan di fase hilirisasi,” tandasnya.

Kementerian lain yang juga terlibat dalam program percepatan ini adalah ESDM,  Perindustrian, Perhubungan dan Keuangan.

“Targetnya charging station ada 1.000 titik pada tahun 2025 dan 10.000 titik pada tahun 2050, akan ada 2.200 buah mobil listrik pada tahun 2025 dan 4,2 juta pada tahun 2050, mobil hybrid ada sekitar 700 ribuan pada 2025 dan 8 juta pada tahun 2050 serta untuk motor listrik, targetnya 2 jutaan pada tahun 2025 dan 13 jutaan pada tahun 2050,” urai Bambang.

Selain itu, pemerintah juga mensyaratkan TKDN minimum yang diberlakukan secara bertahap.

“Untuk roda dua, kita akan mulai dengan 40 persen di tahun ini dan bertahap hingga menjadi 80 persen di 2025. Untuk roda empat, kita mulai di 35 persen dan tahun 2025 sudah akan 80 persen,” pungkas Bambang.

Lihat juga...