hut

Pemko Padang Panjang Beri Pelatihan 10 Koperasi Syariah

Editor: Koko Triarko

PADANG PANJANG – Pemeritah Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, memberikan pelatihan kepada 10 koperasi syariah yang ada di daerah tersebut. Daerah yang dijuluki Kota Serambi Makkah ini memang memiliki ketentuan yang mewajibkan koperasi berbasis syariah.

Kepala Bagian Perekonomian Balai Kota Padang Panjang, Putra Dewangga, mengatakan, dalam melakukan pelatihan atau bimbangan teknis itu, ada 30 orang peserta yang terdiri dari 10 koperasi di Kota Padang Panjang.

“Kegiatan ini kita selenggarakan selama dua hari ke depan, dengan narasumber dari IAIN Batungsakar, Narsifzal, dan Ketua PKP-RI Sumatra Barat, Hadi Suryardi. Kenapa kita melakukan kegiatan ini, karena di Padang Panjang ini seluruh koperasi yang masih konvesional diminta beralih ke sistem syariah,” katanya, Rabu (13/11/2019).

Ia menyebutkan, selain adanya arahan dari Pemko Padang terkait peralihan koperasi ke sistem syariah, juga banyak permintaan dari masyarakat yang menjadi anggota koperasi, agar koperasi menggunakan sistem syariah.

Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemko Padang Panjang, Irwansyah Tanjung,  saat memberikan arahan di acara bimtek koperasi syariah, Rabu (13/11/2019)/ Foto: Ist

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Padang Panjang, Arpandi, di daerahnya kini terdapat 15 koperasi yang telah menerapkan sistem syariah, dari total 47 koperasi. Sisa yang belum beralih ke syariah, akan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya sebanyak tiga koperasi.

“Memang banyak anggota koperasi yang meminta agar beralih ke sistem syariah. Tapi, ada juga yang menolak menjadi koperasi berbasis syariah, alasannya jika beralih ke sistem syariah bisa memengaruhi profit koperasinya. Kita akan berupaya setiap tahunnya ada tiga koperasi menjadi syariah,” ujarnya.

Menurutnya, dengan julukan Kota Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekah, membuat masyarakat sangat berhati-hati soal riba. Untuk itu, masyarakat yang tergabung dalam koperasi, meminta kepada pengurus agar beralih ke sistem syariah. Sebagai pemerintah, keinginan tersebut akan berupaya diwujudkan secara bertahap.

Terkait koperasi syariah, Arpandi menyebutkan ada satu koperasi di daerahnya yang terbilang sangat bagus dalam menjalankan perannya. Yakni Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Diniyyah Putri, yang lebih dahulu beralih ke koperasi sistem syariah.

“Dari sanalah banyak anggota koperasi yang lainnya belajar tentang koperasi berbasis syariah. Dampaknya, permintaan untuk beralih dari koperasi konvensional ke koperasi syariah. Kita pun dari pemerintah tentu mendukung hal tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemko Padang Panjang, Irwansyah Tanjung, mengatakan, dalam rangka mendorong koperasi konvensional menuju koperasi syariah di Kota Padang Panjang, pemerintah setempat berkolaborasi dengan Pengurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKP-RI) Sumatra Barat, menyelenggarakan bimtek perkoperasian bagi pengurus, pengawas dan anggota di Aula ULP.

Dikatakannya, sistem ekonomi syariah sejak empat dekade terakhir telah menjadi fenomena global di dunia internasional, termasuk di Indonesia, di Indonesia sistem syariah telah diterapkan sejak 1992 dan terus berkembang secara masif sampai saat ini.

“Bimtek ini diselenggarakan guna mendorong konversi secepatnya koperasi konvensional ke syariah. Transformasi dari sistem ekonomi konvensional menjadi sistem syariah, selain merupakan tuntutan ajaran Islam yang mengharamkan riba juga disebabkan alasan rasional, yaitu dalam rangka menyehatkan dan menguatkan perekonomian nasional,” jelasnya.

Menurutnya, sudah seharusnya transformasi dan konversi dari sistem ekonomi konvensional menjadi syariah tidak hanya terjadi dalam perbankan dan lembaga keuangan, tetapi juga dalam sistem koperasi konvensional.

Bahkan, hal tersebut sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Padang Panjang yang tertuang dalam RPJMD Kota Padang Panjang, dalam mewujudkan koperasi berbasis syariah di Kota Padang Panjang.

Tanjung berharap, dengan adanya pelatihan tersebut, para peserta dapat menambah pengetahuan pengelolaan koperasi berbasis syariah, dan dapat diterapkan di tengah masyarakat sehingga koperasi makin maju dan berkembang.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com