hut

Penerbangan Domestik Dominasi Penurunan Bagasi di Bandara SAMS

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Pemberlakuan bagasi berbayar oleh maskapai Lion Grup, berdampak signifikan terhadap penurunan bagasi di Bandara SAMS Sepinggan.

Angkasa Pura I Balikpapan mencatat, penurunan sebesar 58 persen pada tahun ini. Tahun lalu, jumlah bagasi pesawat mencapai 45,9 juta kilogram, sementara tahun ini merosot hingga hanya 21,4 juta kilogram.

Communication and Legal Section Head PT AP 1 Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Andanina Megasari, menyebut, penerbangan domestik mendominasi penurunan bagasi.

Communication and Legal Section Head PT AP 1 Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, Andanina Megasari, saat dijumpai, Senin (11/11/2019) – Foto: Ferry Cahyanti

“Penurunan jumlah bagasi paling besar berasal dari penerbangan domestik, mencapai 87 persen. penerbangan internasional, turun 13 persen,” katanya, Senin (11/11/2019).

Menurut Andanina, anjloknya bagasi selain faktor penurunan jumlah penumpang, juga akibat kebijakan bagasi berbayar. Hal itu, lanjut dia, juga membuat masyarakat memilih membawa sendiri barangnya atau mengurangi jumlah bawaan mereka.

“Bagasi berbayar ini berlaku pada maskapai Lion dan Wings Air. Dua maskapai ini memiliki rute dan jadwal paling banyak,” kata dia.

Upaya penurunan harga tiket pesawat yang dilakukan pemerintah nyatanya tak berdampak kepada pertumbuhan penumpang.

“Jumlah penumpang atau load factor Citilink atau Lion Air masih sama saja,” imbuh perempuan yang akrab disapa Ega.

Tercatat, jumlah penumpang pesawat sampai bulan lalu turun hingga 30,31 persen menjadi 3.98 juta jiwa bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,72 juta jiwa.

Lebih rinci, untuk penumpang domestik tahun lalu mencapai 5,67 juta jiwa, sedangkan tahun ini 3,94 juta jiwa atau 30 persen. Selain itu, penumpang internasional juga turun. Tahun lalu di periode sama 47.178, tahun ini hanya 43.673 atau 7 persen.

Lihat juga...