hut

Pengguna Ranmor Gunakan Jalur Sepeda di DKI, Siap-siap Didenda

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Bagi pengguna kendaraan bermotor (ranmor) di DKI Jakarta mesti lebih tertib dalam berlalu lintas. Jika tak ingin disanksi dan kenai denda, jangan sekali-kali gunakan lajur sepeda.

Sekaitan itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebutkan peraturan gubernur (Pergub) tentang jalur khusus sepeda sudah ditandatangani oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan, dan siap diundangkan.

“Iya (sudah ditandatangani), kan ditandatangani kemudian diundangkan dulu,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo, kepada wartawan di Gedung Blok G, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa malam (19/11/2019).

Menurut Syafrin, setelah aturan itu diterapkan, terdapat dua sanksi yang menunggu jika pengendara kendaraan bermotor melanggar aturan.

Bila sudah diundangkan, pengendara kendaraan bermotor yang menerobos jalur sepeda akan dikenakan denda berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 200 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam Pasal 284 dijelaskan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda, bisa dikenakan denda Rp500.000 atau kurungan penjara dua bulan.

“Yang pertama adalah denda Rp500.000 atau pidana kurungan maksimal dua bulan,” ungkapnya.

Penindakan kedua yang dilakukan oleh petugas apabila kendaraan bermotor baik motor maupun mobil parkir di jalur sepeda.

“Ini akan kami lakukan penderekan atau sepeda motor kami pindahkan, kemudian diancam membayar retribusi sesuai dengan Perda DKI, itu membayar retribusi untuk sepeda motor per hari Rp250.000 berlaku akumulatif kemudian roda empat per hari Rp500.000 berlaku akumulatif,” ujarnya.

Sanksi bagi pengendara kendaraan bermotor yang masuk ke jalur sepeda, diberlakukan mulai 20 November 2019 mendatang. Ada 17 ruas jalan di Jakarta yang disediakan dengan jalur sepeda dengan total 63 kilometer.

Pihaknya mengaku rutin melakukan patroli di sepanjang jalur sepeda untuk menindak para pelanggar. Dia bahkan membentuk tim khusus bernama tim lintas jaya, dimana dalam tim tersebut ada beberapa aparat kepolisian.

“Kalo petugas Dishub sejak sosialisasi awal kan kita rutin. Juga patroli, kemudian prinsip patroli kita itu mobile. Jadi akan ada namanya Tim Lintas Jaya yang terdiri dari rekan-rekan kepolisian, Dishub, dan TNI untuk melakukan monitoring rutin. Setiap ada pelanggaran langsung ditindak,” tuturnya.

Syafrin Liputo, juga menegaskan nantinya pelanggar tidak lagi diberi peringatan. “Sekarang kita sifatnya adalah preventif preemtif. Begitu ada pelanggaran, kita ingatkan tolong jangan melanggar, ini membahayakan. Nah setelah ini diundangkan, sudah ada penegakan hukum di lapangan,” sambungnya.

Selain itu, jelasnya, sepanjang jalur sepeda akan dipasang pembatas menggunakan marka atau kreb. Tujuannya agar pesepeda terlindungi karena jalurnya bersebelahan dengan jalur kendaraan bermotor.

“Sekarang marka jalan sudah dilengkapi corne, itu menjadi salah satu yang diatur dalam pergub. Untuk jalur sepeda itu pembatasnya berupa marka jalan yang solid atau putus putus, juga bisa traffic cone, bisa juga bentuk kanstin. Begitu ada marka solid, marka putih, begitu ada mobil yang lewat otomatis melanggar,” pungkasnya.

Berikut ini 17 daftar ruas jalan jalur sepeda yang didenda jika terjadi pelanggaran pengendara kendaraan bermotor;
1. Jalan Medan Merdeka Selatan
2. Jalan MH Thamrin
3. Jalan Imam Bonjol
4. Jalan Pangeran Diponegoro
5. Jalan Proklamasi
6. Jalan Pramuka
7. Jalan Pemuda
8. Jalan Jenderal Sudirman
9. Jalan Sisingamangaraja
10. Jalan Panglima Polim
11. Jalan RS Fatmawati Raya
12. Jalan Tomang Raya
13. Jalan Cideng Timur
14. Jalan Kebon Sirih
15. Jalan Matraman Raya
16. Jalan Jatinegara Barat
17. Jalan Jatinegara Timur

Lihat juga...