Penggunaan Dana Zakat Harus Miliki Makna Strategis

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Sekretaris Jenderal World Zakat Forum (WZF), Bambang Sudibyo, mengatakan, konferensi WZF menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman zakat yang dapat melepaskan umat dari kemiskinan dan memperkuat ukhuwah.

Menurutnya, penggunaan dana zakat harus memiliki makna strategis untuk menegakkan ukhuwah, persaudaraan, kolaborasi, dan solidaritas di antara negara-negara muslim.

“Untuk mencapai tujuan bersama ini, gerakan zakat global membutuhkan platform untuk merumuskan solusi efektif di dunia Islam,” kata Bambang, saat menutup konferensi WZF 2019 di Bandung, Jawa Barat, sebagaimana rilis yang diterima Cendana News, Rabu (6/11/2019) petang.

Menurutnya, gerakan zakat global harus memperhatikan peran teknologi digital dalam pengelolaan zakat di negara muslim.

Sejalan dengan tema WZF ‘Optimizing Global Zakat Role Though Digital Technology’, BAZNAS telah menerapkan platform media digital sebagai sarana yang memudahkan masyarakat untuk berzakat sejak 2016.

Di antaranya, BAZNAS  platform, commercial platform, social media platform, innovative platform dan artificial intelligence platform.

Hasil zakat digital di BAZNAS dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan tertinggi dibanding pengumpulan zakat dengan cara konvensional.

“Hingga Oktober 2019, dana yang telah terkumpul dari pemberi zakat sebesar Rp35 miliar, dari target yang ditetapkan Rp38 miliar,” kata Bambang Sudibyo, yang juga menjabat sebagai Ketua BAZNAS.

BAZNAS sebagai salah satu lembaga pengelola zakat yang telah diakui di berbagai negara muslim di dunia, dalam kiprahnya ikut mendorong konferensi WZF ini dapat menghasilkan resolusi yang baik, dalam mengoptimalkan peran zakat global melalui teknologi digital.

“Pengelolaan zakat global sebagai sumber keuangan syariah untuk mencapai kesejahteraan umat, harus optimal,” pungkasnya.

Lihat juga...