hut

Penyelenggaraan Porprov XVI Disebar di Sembilan Daerah Sumbar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), secara resmi menyatakan untuk mengundurkan diri sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI.

Solusi dari hal ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, mengambil langkah menyebar sejumlah cabang olahraga (cabor) ke-9 kabupaten dan kota.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, sebelumnya penyelenggaraaan Porprov XVI telah ditetapkan bahwa Pasaman Barat menjadi tuan rumah.

Namun, jelang penghujung tahun 2019 ini, Pemkab Pasaman Barat menyatakan undur diri sebagai tuan rumah, karena ada alasan defisit anggaran daerah, dan tidak memiliki anggaran untuk menjadi tuan rumah Porprov XVI.

Ia menyebutkan, meski Pasaman Barat menyatakan undur diri dari sebagai tuan rumah, bukan berarti penyelenggaraan Porprov tidak dilanjutkan.

Kini solusi yang ditemukan itu, penyelenggaraan Porprov menunjuk 9 kabupaten dan kota, dan di 9 kabupaten dan kota itu disebar juga sejumlah cabor yang dipertandingkan.

“Persoalan Pasaman Barat undur diri ini, mereka mengaku lagi ada persoalan anggran. Selain menyedot dana untuk pelaksanaan Pilkada, juga disebabkan anggaran daerah Pasaman Barat defisit. Saya tentunya tidak bisa memaksa, dan solusinya itu cabor yang dipertandingan kita sebar ke sejumlah daerah,” katanya, dalam rapat Porprov XVI, di Padang, Kamis (14/11/2019).

Sembilan daerah yang turut terlibat dalam pelaksanaan Porprov XVI itu, yakni Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Sijunjung, Kota Pariaman, Padang Panjang, Payakumbuh, Bukittinggi, Padang, dan Sawahlunto.

Artinya, di sembilan daerah itu nantinya akan mempersiapkan fasilitas pertandingan di setiap cabor.

Seperti halnya untuk Kabupaten Padang Pariaman, di daerah itu nantinya akan mempertandingkan cabor panjat tebing, panahan, serta cabor sepak bola dan futsal (satu cabor).

Selanjutnya untuk Kabupaten Agam, cabor yang bakal diselenggarakan yakni pencak silat, dayung, dan aero sport (gantole dan paralayang).

Selanjutnya untuk Kota Bukittinggi, cabor yang dipertandingkan ada catur, bridge, dan PABSI (binaraga, angkat besi, angkat berat), serta biliar.

Lalu Kota Pariaman ada cabor tenis lapangan, sepatu roda, voli pasir, tarung derajat, dan soft tenis. Berlanjut di Kota Padang Panjang, ada cabor bulu tangkis, menembak, dan balap motor diselenggarakan di sana.

Begitu juga untuk Kota Padang, cabor yang dipertandingkan yakni balap sepeda, atletik, karate, bola voli, kempo, dan senam. Sedangkan untuk Kota Payakumbuh ada cabor renang, takraw, basket, dan gulat yang bisa diikuti bagi para atlet.

Lalu di Kota Sawahlunto akan menjadi daerah untuk cabor wushu, tinju, dan muay thai. Selain itu untuk Kabupaten Sijunjung ada cabor arum jeram, tenis meja, serta taekwondo.

“Jadi semua cabor yang dipertandingkan pada Porprov XVI ini berjumlah 32 cabor. Semoga dengan adanya solusi ini, tidak mengalami kendala dalam penyelenggaraannya yang bakal diselenggarakan pada tahun 2020 mendatang,” ujarnya.

Ia menyebutkan persoalan anggaran, nantinya masing-masing daerah yang telah ditunjuk menjadi tuan rumah, dalam pertandingan cabornya akan menganggarkan dalam anggaran perubahan 2020.

Selain itu dari Pemprov Sumatera Barat sendiri, anggaran pelaksanaan Porprov XVI menunggu kepastikan penjelasan dari Gubernur Sumatera Barat.

“Jadi untuk Porprov XVI ini harus begini cara yang bisa kita lakukan, dan untuk Porprov tahun 2022 akan kembali seperti biasa dimana akan ada satu daerah yang ditunjuk menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan Porprov,” jelasnya.

Nasrul menyebutkan, untuk pelaksanaan Porprov XVI itu direncanakan diselenggarakan pada November 2020. Sedangkan terkait grand opening ataupun acara penutupannya, belum ditentukan, dibahas pada rapat selanjutnya.

Lihat juga...