hut

Persiapan Balap Mobil Formula E, ‘On the Track’

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, makin mantap untuk mempersiapkan gelaran balap mobil listrik Formula E, Jakarta E-Prix, yang akan berlangsung pada Juni 2020.  Wakil Ketua Jakarta E Prix, Dian Fatwa, menegaskan persiapan menjadi tuan rumah telah mulai dilakukan demi suksesnya balapan.

“Persiapannya sudah on the track. Semuanya berjalan sesuai kalender yang sudah dijadwalkan oleh tim Formula E yang ada di London. Dua minggu yang lalu, mereka datang ke Jakarta dan melihat bagaimana persiapan kami,” ujar Dian, di Blok G, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Dian mengatakan, Jakarta masuk menjadi bagian Tier One yang artinya telah menjadi bagian dari event sport internasional dan sejajar dengan Roma, Italia atau juga Berlin, Jerman.

“Tidak hanya keuntungan kita menjadi bagian dari Tier One, tetapi ini merupakan fakta kita sudah dilihat oleh masyarakat internasional. Nah, ini adalah kebanggaan bagi masyarakat Jakarta,” katanya.

Dian mengaku, pihak Formula E di London telah datang dan melihat area balapan di Monas. “Dan, they’re very happy dengan apa yang sudah kami lakukan. Dan, semuanya excited untuk pelaksanaan tanggal 6 Juni tahun depan, tahun 2020 ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk siapa saja pebalap yang akan turun dalam balapan Formula E pada 6 Juni 2020 mendatang di area Monumen Nasional, Dian menegaskan semuanya sudah ditentukan.

“Pebalapnya ini kan sudah fixed. Satu musim itu ada 16 balapan dan (pebalap) ini sudah fixed semuanya. Ada 11 tim, artinya ada 22 pebalap,” terangnya.

Dian menyebutkan, penyelenggaraan balap mobil listrik ini tidak hanya sekadar membawa turnamen bergengsi tersebut ke Jakarta. Ada pesan yang ingin disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dengan penyelenggaraan balapan, yaitu meninggalkan bahan bakar fosil dan menuju energi bersih di masa depan.

“Ini adalah pesan utama karena bagaimana Jakarta saat ini berupaya untuk menanggalkan sebagai kota yang polusinya tidak cukup bagus. Nah, ini kita coba transformasikan dengan Formula E,” ujarnya.

Meski demikian, Dian belum membeberkan detail penjualan tiket dalam ajang balap ini. Sejauh ini, pihaknya berencana membedakan harga tiket berdasarkan kategori yang nanti akan ditentukan.

“Sistem ticketing-nya belum kita bahas secara detail. Mudah-mudahan in the next coming weeks kita bisa buka ke publik dan tentunya nanti banyak orang yang ingin datang,” pungkasnya.

Dian menyebut, harga yang ditetapkan dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia, khususnya warga Jakarta. Dia pun berharap, penyelenggaraan ini mendapat sambutan positif dari warga, dengan menyaksikannya secara langsung.

Sebelumnya, Gubernur Anies mengapresiasi kehadiran Vandoorne yang akan mendukung penuh perhelatan Jakarta E-Prix pada Juni 2020 mendatang.

“Formula E adalah salah satu cara untuk kita mencapai Jakarta langit biru. Kehadiran Vandoorne ini akan mendukung penuh Jakarta E-Prix. Vandoorne bukan pebalap sembarangan, dia adalah juara GP2 Series 2015 dan ketika di F1 membela tim legendaris McLaren,” ujar Anies, di Balai Kota DKI Jakarta.

Sebagai informasi, Jakarta Propertindo (JakPro) bersama Federation Internationale de I’Automobile (FIA) sudah menyelesaikan rancangan sirkuit yang akan digunakan di Jakarta. Lintasan yang digunakan masuk ke dalam kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Diketahui berdasarkan paparan JakPro saat rapat dengan Komisi D DPRD DKI Jakarta, balapan akan berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan, kemudian masuk ke Monas.

Garis start akan dimulai dari Jalan Medan Merdeka Selatan ke arah patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda.

Rute berlanjut ke kawasan Monas dari gerbang silang barat daya Monas, yakni pertemuan Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Lintasan menuju tengah tugu Monas, kemudian berputar menuju pintu gerbang di belakang Stasiun Gambir. Lintasan kemudian kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto, mengatakan batu-batu alam di kawasan Monas pun akan diubah menjadi aspal. Namun, Dwi belum dapat memastikan apakah aspal tersebut akan dibuat menjadi permanen.

Pihak JakPro tidak merinci spesifikasi lintasan untuk Formula E. Namun, Dwi mengatakan, secara teknis, pengerjaannya akan dilakukan dengan mekanisme tender.

“JakPro bukan kontraktor. Kita open tender, (dikerjakan) kontraktor. Tapi spesifikasi ditentukan oleh Formula E, misal barier pagar ukuran berapa, bahan apa, moldingnya dari mereka. (Molding) mesin cetak bariernya itu,” ucap Dwi beberapa minggu lalu, di DPRD DKI.

Lihat juga...