hut

Personel Baru KODAM VI/ Mulawarman Disambut Air Bunga

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Ratusan prajurit TNI Angkatan Darat, resmi menjadi bagian Kodam VI Mulawarman, setelah menjalani rangkaian prosesi tradisi yang berlangsung empat hari. Prosesi penerimaan warga baru Kodam VI/Mulawarman dilaksanakan di lapangan Pusat Latihan Pertempuran Darat di Amborawang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (7/11/2019). 

Tradisi tersebut dipimpin langsung Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto, dalam sebuah upacara resmi, melibatkan 414 orang, terdiri dari 7 orang Pamen, 4 orang Pama, 10 orang Pama remaja baru, 65 orang Bintara reguler, 124 orang Bintara remaja baru, 6 orang Kowad dan 198 orang Tamtama remaja baru yang berasal dari Kotama jajaran TNI AD.

Setelah menerima laporan resmi dari masing-masing perwakilan Perwira, Bintara dan Tamtama, Pangdam menyiramkan air bunga kepada masing-masing perwakilan sebagai tanda peresmian mereka diterima sebagai warga Kodam VI/Mulawarman. Mereka juga mencium Pataka Kodam VI/Mulawarman yang didatangkan ke lokasi tradisi.

Tujuan tradisi ini untuk memberikan pengenalan awal tentang situasi dan kondisi wilayah Kodam VI/ Mulawarman.

“Harapannya bisa menumbuhkan jiwa korsa, bangga dan kecintaan kepada Kodam VI/ Mulawarman serta memotivasi semangat juang dalam menghadapi tugas-tugas ke depan,”  kata Mayjen Subiyanto.

Ia mengingatkan, warga baru Kodam VI/Mulawarman agar mampu bersikap dan bertingkah laku menjadi seorang Prajurit TNI AD militan, profesional dan dapat dibanggakan.

“Pegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit  serta tanamkan sikap loyalitas dan disiplin, yang merupakan kebanggaan setiap prajurit,” tambah jenderal bintang dua ini.

Selain itu, Pangdam meminta agar prajurit yang baru bergabung untuk menghormati adat istiadat setempat, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan satuan tempat bertugas.

“Hindari segala bentuk pelanggaran, baik pelanggaran disiplin maupun pidana yang dapat merusak nama baik diri, keluarga dan citra Kodam VI/Mulawarman,” katanya.

Pangdam kembali menegaskan, bahwa tradisi ini adalah upaya agar para prajurit yang datang ke Kodam memahami apa saja yang ada di dalam Kodam VI/Mlw.

“Makanya ada kegiatan yang terpisah, prajurit yang akan masuk satuan tempur dan satuan bantuan tempur mendapatkan materi niksatpur, sedangkan yang masuk satkowil mendapatkan materi teritorial,” tegasnya.

Sementara, Kapendam VI/Mlw, Kolonel Kav Dino Martino mengatakan selama empat hari peserta menjalani masa orentasi dengan materi pengenalan lingkungan Makodam VI/Mlw, niksarpur, pengetahuan teritorial, karya bhakti dan hanmars sepanjang 5 Km.

Lihat juga...