hut

Petani Belum Peroleh Keuntungan Saat Harga Tomat Naik

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Petani tomat di Lampung Selatan (Lamsel) belum dapat marasakan keuntungan maksimal saat harga naik di level petani yang mencapai Rp7.000 per kilogram. Hal tersebut dikarenakan, pada panen tahap grantingan, produksinya menurun.

Jaidi, petani tomat di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan menyebut ia memanen pada batang saat harga Rp1.000 per kilogram. Kenaikan harga saat memasuki panen grantingan atau bagian ranting tidak memberi keuntungan baginya.

“Masa panen grantingan buah lebih sedikit karena bagian ranting yang masih produktif memiliki ukuran yang kecil dengan bobot lebih ringan saat penimbangan,” ungkap Jaidi saat ditemui Cendana News, Senin (18/11/2019).

Meski mendapat hasil lebih sedikit saat masa panen grantingan, Jaidi mengaku masih bisa mendapat keuntungan. Dijual seharga Rp7.000 per kilogram di tingkat petani ia menyebut panen sebanyak 50 kilogram berhasil diperoleh sebanyak Rp350.000.

Kenaikan harga tomat yang mulai terjadi di wilayah Lamsel menurut Jaidi dampak dari musim hujan yang telah terjadi di luar wilayah. Imbasnya pasokan dari wilayah lain menurun akibat sebagian buah membusuk.

Meski perubahan harga komoditas pertanian bisa terjadi setiap saat ia mengaku tidak kapok melakukan budidaya tanaman hortikultira. Sebab naik turunnya harga mengikuti hukum pasar.

“Pada saat pasokan berkurang maka harga akan naik dan ini terjadi pada komoditas tomat meski belum memberi keuntungan maksimal bagi petani,” ungkap Jaidi.

Kenaikan harga komoditas diakui Hasanah, pedagang di pasar tradisional Pasuruan, Kecamatan Penengahan. Oktober, tomat di level pedagang dijual Rp4.000 per kilogram. Memasuki pertengahan November harga naik menjadi Rp9.000 per kilogram. Berakhirnya masa panen pada sejumlah petani berimbas harga naik.

“Faktor lain di sejumlah wilayah Lampung Barat, Tanggamus hujan melanda sehingga merusak tanaman tomat,” papar Hasanah.

Selama ini ia mendatangkan tomat dan komoditas lain dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kenaikan harga menurutnya masih akan berlangsung hingga akhir November. Sebab pada sejumlah wilayah petani memasuki masa grantingan atau menjelang panen berakhir. Selain tomat sejumlah komoditas lain yang naik meliputi bawang merah, bawang putih dan cabai rawit.

Komoditas dari Jawa Tengah yang semula dijual di bawah Rp30.000 kini dijual Rp34.000 hingga Rp35.000 perkilogram. Selain pasokan yang berkurang faktor permintaan meningkat dari warga yang melakukan hajatan pernikahan memicu kenaikan harga. Sejumlah komoditas sayuran dan bumbu menurutnya akan terus merangkak naik jelang Natal dan Tahun Baru mendatang.

Lihat juga...