hut

PLN Jamin Ketersediaan Listrik di Maluku

AMBON – PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara menjamin ketersediaan energi listrik untuk masyarakat Maluku, menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan di penghujung 2019 hingga memasuki 2020.

“Ada tujuh unit pelaksana pelayanan pelanggan (UP3) dan yang beroperasi di Maluku ada empat unit, terdiri dari UP3 Ambon, Masohi, Tual, dan UP3 Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” kata Manejer PT (Persero) PLN setempat, Romantika Dwijuni Putra, di Ambon, Jumat (22/11/2019).

Penjelasan Dwijuni Putra disampaikan dalam rapat kerja dengan pimpinan dan anggota komisi II DPRD Maluku dipimpin Saodah Tethol.

Untuk UP3 Ambon, katanya, terdapat 20 sistem dan sama dengan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, sedangkan untuk UP3 Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar terdapat 13 sistem dan UP3 Tual lima sistem.

“Dari 58 sistem ini, Ambon yang terbesar sistemnya dan beban puncak sudah mencapai 54 Mega Waat, jadi secara keseluruhan Maluku itu beban puncaknya baru sebesar 160 MW, dan 54 MW ada di sistem Ambon,” jelas Dwijuni Putra.

Kemudian, ada 4 Mw di sistem Masohi, Kairatu, Namlea, dan Langgur, lalu sisanya di bawah 2,5 MW dan kebanyakan daerah lain masih di bawah 1 MW.

“Untuk pembangkitnya sebagian besar kita gunakan pembangkit berbahan bakar minyak berupa biosolar,” tandasnya.

Sedangkan pemerintah sudah membuat program 2030 akan menggunakan BBM jenis B30, dan esensinya konsumsi minyak agak sedikit lebih boros, namun ini merupakan program pemerintah yang tetap akan dijalankan.

“Sejak gempa kemarin, beban puncaknya cenderung menurun, terutama di sistem Ambon, meski terpasang lebih dari 69 MW dan masih ada cadangannya,” ujarnya.

Kemudian untuk sistem Masohi, ada 15 MW dan tersisa 6 MW, Kairatu 5 MW, Namlea 6 MW, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara tersedia 12 MW dan beban puncak hanya 9,7 MW.

Untuk Namlea, ada program pembangunan pembangkit yang baru, namun masih terkendala lahan dan kalau rampung, maka bisa interkoneksikan sampai ke Namrole, Kabupaten Buru Selatan.

Untuk sistem Masohi, sudah ada pembangkit baru 2 x 10 MW beroperasi di sana, sementara beban puncaknya masih 6 MW dan PLN masih berusaha meningkatkan penjualan.

Kemudian di Langgur, pembangkit baru berukuran 2 x 10 MW yang mulai berfungsi dan baru satu unit sementara beban puncak 9,7 MW, sehingga kalau pembangkit baru berfungsi maka terdapat 30 MW. (Ant)

Lihat juga...