hut

Potensi Halal Industri di Indonesia Sangat Besar

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan potensi halal industri di Indonesia sangat besar. Potensi Islamic Finance adalah 82 miliar dollar Amerika, potensi halal food adalah 170 miliar Dollar Amerika, Modest Fashion 20 miliar Dollar Amerika,  Halal Travel 10 miliar Dollar Amerika, Halal Farmasi dan Kosmetik juga 10 miliar Dollar Amerika, serta Halal Education senilai 12 miliar Dollar Amerika.

“Ini kesempatan, karena kita melihat potensi halal itu sangat besar sekali. Ada halal food, halal travel, dan lainnya. Halal tourisme itu salah satunya adalah Padang, Sumatra Barat,” kata Firman, saat acara launching Hasanah Card versi Sawah Lunto di Jakarta Convenstion Center (JCC), Jakarta, Selasa (12/11/19) petang.

Tahun lalu, BNI Syariah juga menyasar Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam membangun industri halal.  Kemudian di 2019 ini, BNI Syariah mendukung pengembangan industri halal di Sawah Lunto, Sumatra Barat. Menurut Firman, merupakan momentum yang bertepatan dengan penganugerahan Sawah Lunto sebagai ‘World Heritage’ dari UNESCO.

“Ini momennya tepat dengan Sawah Lunto dijadikan warisan budaya dunia. Kita masuk ke dalamnya membangun awareness dan sekaligus mengajak mereka ke sana dengan menggunakan pembiayaan yang hasanah,” ujar Firman.

Dia menjelaskan, keputusan untuk menerbitkan Hasanah Card versi Sawah Lunto ini didasarkan pada dua hal. Yaitu, kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) dan mastercard.

“Sisi lain, ya kita memberikan inovasi dan solusi bagi semua sektor di industri halal untuk meningkatkan potensinya,” tukas Firman.

Menurutnya, kerja sama bertujuan untuk meningkatkan kapasitas di bidang pemasaran, pengembangan destinasi dan sumber daya manusia di bidang pariwisata halal di Sumatra Barat. Juga untuk mengangkat nilai pariwisata di kawasan Sawah Lunto sebagai situs warisan dunia.

Kerja sama ini juga mencakup fasilitas pelatihan untuk peningkatan kompetensi pengusaha industri pariwisata, dan sosialisasi melalui media komunikasi bersama BNI Syariah dan Pemda Sumatra Barat.

“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk dukungan atas kebijakan Pemda Sawah Lunto yang ingin menuju ke Kota Wisata Tambang Batu Bara pada 2020,” ujar Firman.

Wali Kota Sawah Lunto, Deri Asta, menyampaikan upaya pengembangan pariwisata halal melalui pengakuan dunia terhadap Warisan Tambang Ombilin.

“Untuk mengembangkan pariwisata halal, diperlukan kerja sama pemerintah daerah dengan lembaga keuangan. Terutama untuk meningkatkan kunjungan wisata dan transaksi yang didukung oleh kemudahan sistem pembayaran” ujar Deri, kepada Cendana News, ditemui usai acara.

Lihat juga...