Prajurit TNI Wajib Memahami Anatomi Senjata

TANJUNGPINANG  – Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kepri, Kolonel Andi Wijanarko, menyatakan seorang prajurit wajib menguasai basis kemiliteran, terutama tentang anatomi dan bongkar pasang senjata yang melekat dengan setiap anggota TNI.

“Latihan ini untuk menyegarkan kembali kemampuan prajurit untuk mengingat anatomi dan cara bongkar senjata, sehingga mereka semakin mahir dan menguasai senjata,” kata Danlanud di sela latihan bongkar pasang senjata laras panjang jenis SS1 di Markas Komanda Lanud RHF Tanjungpinang, Sabtu.

Latihan dipimpin oleh dua Staf Jasmani Kemiliteran dan Staf Keselamatan Terbang dan Kerja Lanud Raja Haji Fisabilillah, Koptu Henry Teny dan Kopda Haryadi.

Dalam latihan ini, kata Danlanud, prajurit diberi pengetahuan dan ulasan tentang spesifikasi senjata.

Prajurit juga dibekali pengetahuan tentang teknis pelaksanaan bongkar pasang senjata api dengan mengusung materi penguasaan senjata api jenis SS1.

Ke depan, lanjut dia, pihaknya berencana melatih prajurit TNI melakukan bongkar pasang senjata dengan mata tertutup untuk bekal dalam bertugas.

Pelatihan tersebut, sangat bermanfaat jika terjadi kerusakan senjata dalam kondisi gelap atau pada situasi malam hari.

“Kemampuan ini harus dimiliki setiap prajurit khususnya anggota TNI Angkatan Udara,” tegasnya.

Kepala Seksi Pembinaan Jasmani Kemiliteran, Kapten Agus, mengatakan penguasaan dan kemampuan bongkar pasang senjata sebagai salah satu jati diri prajurit.

Dia katakan, seorang prajurit harus mengetahui secara detail langkah demi langkah dalam melakukan pembongkaran senjata, hal ini bertujuan untuk memantapkan diri prajurit militer agar semakin menguasai senjata sebagai peralatan utama.

“Bagi prajurit TNI, senjata adalah istri pertama. Jadi setiap prajurit harus tahu secara detail bagian senjata,” tuturnya. (Ant)

Lihat juga...