hut

Prevalensi Diabetes Melitus di Yogyakarta Tertinggi di DIY

Ilustrasi tes gula darah - Foto Ant

YOGYAKARTA – Prevalensi penyakit diabetes melitus di Kota Yogyakarta, yang diderita oleh warga berusia lebih dari 15 tahun, masih menjadi yang tertinggi di DIY.

Dengan kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan berbagai upaya agar prevalensi tidak semakin meningkat. “Salah satu pemicu penyakit ini adalah gaya hidup yang kurang sehat, karena tidak menjalankan pola makan yang baik dan kurang olahraga,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Iva Kusdyarini, Minggu (17/11/2019).

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi diabetes melitus berdasarkan hasil diagnosis dokter pada penduduk berusia lebih dari 15 tahun mencapai 4,79 persen. Angka tersebut bahkan meningkat dibanding hasil riset lima tahun sebelumnya atau pada 2013 yang hanya mencapai 3,4 persen. “Prevalensi ini didasarkan pada hasil diagnosis dokter, bukan hasil dari responden saat ada cek kesehatan. Angkanya pasti berbeda,” katanya.

Jika dibanding rata-rata nasional, maka prevalensi penderita diabetes melitus di Kota Yogyakarta mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding prevalensi nasional yang hanya dua persen. Secara nasional, prevalensi penderita diabetes juga hanya mengalami kenaikan 0,5 persen dibanding hasil riset lima tahun sebelumnya.

Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari risiko menderita diabetes melitus adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. “Sekali lagi, pola makan sehat dan olahraga menjadi salah satu kunci untuk mengurangi faktor risiko menderita penyakit tidak menular ini,” kata Iva.

Selain diabetes melitus, sejumlah penyakit tidak menular yang juga memiliki prevalensi cukup tinggi di Kota Yogyakarta adalah hipertensi yang mencapai 9,94 persen. Sebelumnya, dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional dan Hari Diabetes Sedunia, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menggelar berbagai kegiatan seperti senam massal, pemeriksaan kesehatan dan talkshow.

Perwakilan Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) DIY, Bowo Pramono mengatakan, pencegahan diabetes melitus dapat dimulai dengan mengenal berbagai faktor risiko penyakit tersebut di antaranya kolesterol tinggi, berat badan, dan usia.

Sedangkan bagi penderita diabetes militus bisa melakukan langkah dengan mengatur jenis, jadwal dan jumlah asupan makanan yang masuk ke tubuh. Ia pun menyarankan penderita untuk rutin berolahraga atau menggerakkan badan, misalnya dengan rutin berjalan kaki, atau sekadar menjalankan olahraga ringan lain. (Ant)

Lihat juga...