hut

Promosi Produk Pertanian ke Sektor Pariwisata Perlu Ditingkatkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BADUNG – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menegaskan, saat ini pemasaran produk pertanian ke sektor pariwisata harus lebih ditingkatkan. Karena, jika tidak maka bukan tidak mungkin pertanian semakin ditinggalkan oleh para pelakunya.

Menurutnya, berdasarkan data yang ada total PDRB Bali, sektor pertanian hanya mengisi sekitar 14, 8 %.

“Oleh karena itu, saya berharap peran semua pihak. Di Bali ini kan ada BPPA yang juga bisa membantu para pelaku pertanian dengan menyalurkan produk-produknya ke sektor pariwisata. Sehingga pariwisata juga bisa memberi manfaat kepada pertanian, mungkin dengan memberi pelatihan guna perbaikan kualitas maupun packaging sesuai permintaan pasar sektor pariwisata,” ujar Wagub yang akrab disapa Cok Ace saat ditemui di kantornya, Senin (18/11/2019).

Bali Purchasing Professional Association (BPPA) merupakan satu-satunya lembaga yang mewadahi purchasing sebagai mediator supplier dalam memasarkan produk.

Dikatakan, lembaga tersebut bisa memberikan bantuan berupa bimbingan dari segi kualitas maupun kemasan, sehingga bisa diterima pasar sektor pariwisata. Hal tersebut beralasan karena demi mencegah sektor pertanian ditinggalkan oleh para pelakunya.

Saat ini perbandingan Anggota BPPA dengan keberadaan hotel baru sekitar 10 %, yakni anggotanya sekitar 300 orang sedangkan di Bali terdapat lebih dari 3.000 hotel.

Untuk itu Wagub Cok Ace mengajak  purchaser-purchaser untuk ikut terlibat sebagai anggota, agar semakin menambah informasi perkembangan yang terjadi.

Dikatakan pula, memang PHRI adalah asosiasi para pemilik hotel dan restoran, jadi pengelolaan belum tentu dilakukan sendiri. Di sinilah para pemilik hotel dan restoran tersebut membutuhkan tenaga manajemen yang salah satunya adalah bagian purchasing. Untuk itu, keberadaan purchasing yang tergabung dalam BPPA sangat strategis bagi anggota PHRI.

“BPPA merupakan urat nadi perusahaan, oleh karena itu saya anjurkan yang belum masuk untuk ikut serta. Para pemilik hotel dan jasa wisata lainnya sangat tergantung pada BPPA, oleh karena itu semoga bisa bekerja dengan baik. Bisa menjadi wadah untuk bertukar informasi terkait produk-produk baru dan kiat-kiat dalam memajukan hotel tempatnya bekerja,” tegasnya.

Sementara itu, terpisah, Ketua BPPA, Komang Masyani, menyatakan, BPPA akan selalu berkomitmen mendukung program pemerintah, contohnya UMKM yang diundang pada pameran. Sama sekali tidak dipungut biaya sepeser pun.

Ia pun Ingin BPPA bisa mencetak para purchasing handal yang bisa direkomendasikan saat ada yang membutuhkan.

“Kami akan mendukung arahan dari pemerintah,” tegasnya.

Lihat juga...