hut

Psikolog: Generasi Alpha Butuh Bantuan Orang Tua

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Psikolog, Liza M Djaprie, menyebut generasi Alpha yang memiliki keterikatan sangat tinggi dan karakteristik yang terbiasa dengan kemudahan teknologi digital, membutuhkan arahan dan bantuan dari keluarga untuk tumbuh kembang secara cerdas dan sehat. 

“Generasi Alpha ini terlahir dan tumbuh dengan kehadiran internet, yang menjadikan mereka gampang dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan informasi,” kata Liza, saat diskusi pada acara Indonesia Women’s Forum 2019 di Gandaria City Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Karena kemudahan ini, katanya, anak Alpha memiliki instant mentality, yang menyebabkan anak Alpha tidak biasa berjuang untuk mendapatkan yang mereka mau.

“Dengan Tech Addictive ini, anak Alpha cenderung sulit untuk membangun hubungan interpersonal dan jauh dari keluarga,” ucap Liza.

Yang terakhir, menurut Liza, kelemahan generasi Alpha adalah kecenderungannya untuk tidak bergerak dalam aktivitas kesehariannya.

“Untuk semua kelemahan yang dimiliki Generasi Alpha, bisa diselesaikan dengan interaksi tepat dari orang tua. Karena sebenarnya generasi Alpha ini mudah beradaptasi. Yang penting orang tua hadir untuk memberikan contoh dan arahan sesuai dengan tingkatan umur mereka,” kata Liza.

Misalnya, terkait membangun hubungan interpersonal, orang tua harus menjadwalkan kunjungan keluarga secara reguler. Atau minimal melibatkan anak dalam setiap kegiatan sosial orang tua.

“Jadi akan timbul dalam diri mereka, bahwa hal itu merupakan hal wajar yang dilakukan. Orang tua juga harus sering bercerita tentang keluarga, tentang asal usul keluarga besar dan siapa saja anggota keluarga besar,” ujar Liza.

Contoh perilaku ini juga termasuk berlatih menggunakan kata ‘terima kasih’, ‘tolong’ dan ‘maaf’.

Untuk aktivitas motoris, Liza mengungkapkan, bahwa pernyataan generasi Alpha tidak mau melakukan aktivitas fisik adalah salah total.

“Yang terjadi sebenarnya orang tua tidak mendukung keinginan dan kebutuhan mereka untuk mengeksplorasi lingkungannya. Generasi Alpha ini anak yang terkait dengan internet. Dan, apa yang mereka lihat di internet, akan mereka praktikkan. Nah, disini terkadang orang tua tidak memahami,” paparnya.

Contohnya, saat generasi Alpha selesai menonton tentang kegiatan atau olah raga di lapangan, mereka akan langsung mau mencobanya. Tapi, seringkali orang tua merasa repot kalau harus menemani di luar.

“Karena siang, orang tua biasanya suka bilang panas. Kalau kotor, orang tua suka marah. Atau saat mereka suka memanjat, orang tua melarang. Padahal, mereka harus mencoba apa yang mereka lihat di tayangan audio visual di internet. Jadi, memang orang tua yang harus lebih aktif,” tandas Liza.

Terkait kebiasaan mendapatkan sesuatu dengan mudah, orang tua harus mengajarkan, bahwa setiap hal pasti ada prosesnya.

“Intinya, keluarga, dalam hal ini orang tua yang memiliki porsi terbesar adalah sebagai yang menentukan edukasi dan pendidikan yang paling tepat bagi anak-anak mereka. Terlepas dari generasi apa saja mereka. Dan, lakukan sedini mungkin,” pungkas Liza.

Lihat juga...