hut

Puskesmas Kutawis Inisiasi Program Perlindungan Mata Air

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Ketersediaan air bersih bagi masyarakat Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, menjadi perhatian utama pihak Puskesmas Kutawis. Karenanya, Puskesmas Kutawis menginisiasi program perlindungan mata air.

Hal tersebut berdasarkan pengalaman selama musim kemarau, dimana sebagian besar debit mata air di Kabupaten Purbalingga, termasuk di Kutawis mengalami penurunan dratis. Sehingga warga harus menunggu cukup lama untuk mengambil air bersih dari mata air.

Kepala Puskesmas Kutawis, dr. Indiyanto Candra, mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi untuk menjaga kesehatan masyarakat. Terutama untuk keperluan air minum, memasak hingga mandi. Sementara kondisi mata air di Kutawis juga banyak yang debitnya berkurang.

Kepala Puskesmas Kutawis, dr. Indiyanto Candra, memberikan penjelasan tentang program perlindungan mata air, Jumat (15/11/2019). Foto: Hermiana E. Effendi

“Ada 53 mata air di desa ini dan sampai sekarang kita sudah melakukan perlindungan mata air pada 43 titik,” kata dr. Indiyanto, Jumat (15/11/2019).

Lebih lanjut, dr. Indiyanto menjelaskan, program perlindungan mata air yang dilakukan yaitu berupa perawatan terhadap mata air di Desa Kutawis.

Kemudian dibangun bak penampungan berukuran besar yang dilengkapi dengan filterisasi air. Setelah itu, air baru disalurkan ke rumah-rumah warga dengan menggunakan pipa.

“Satu mata air, jika sudah terpelihara dengan maksimal, akan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 100 orang,” terangnya.

Untuk pembangunan sarana air bersih ini, dilakukan melalui subdisi dan dibangun secara gotong royong oleh masyarakat. Termasuk pembangunan sarana air bersih di pondok pesantren yang mampu melayani lebih dari 100 santri.

Sementara itu, penurunan debit mata air ini terjadi sampai sekitar 50 persen. Hal tersebut juga dikeluhkan oleh pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Purbalingga.

Dari 15 sumber mata air yang digunakan oleh PDAM, debitnya menurun semua. Hal ini disebabkan karena daerah tangkapan air menurun, sehingga perlu dilakukan pemeliharaan rutin.

“Kita menggunakan mata air dari Kecamatan Kutasari, Bojongsari, Rembang dan Karangreja, semuanya debit airnya menurun. Penurunan debit mata air tidak hanya dilihat berdasarkan pengamatan visual saja, tetapi kita juga memasang alat ukur pada mata air,” ujar Kasubag Perawatan pada PDAM Purbalingga, Rahmanto.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com