hut

PWNU Jatim Resmikan Gedung Markas Besar Oelama

Ilustrasi logo NU - Ist

SIDOARJO – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, meresmikan Gedung Markas Besar Oelama (MBO). Gedung tersebut ada di Jalan Satria No 181 RT 17 RW 03 Kedungrejo, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

Peresmian ditandai dengan pemasangan papan nama oleh Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuqi Mustamar, disaksikan oleh ratusan nahdliyin Sidoarjo dan Surabaya, juga jajaran pengurus NU Jawa Timur, Utusan Cabang NU se-Jatim.

Dalam pesannya, KH Marzuqi Mustamar mengatakan, tempat bersejarah tersebut membutuhkan proses legal guna mendapat sertifikat resmi atas nama Badan Hukum NU.“Di sini, kita berdoa bersama agar proses tersebut bisa segera selesai. Lalu dimanfaatkan secara penuh oleh NU,” katanya, Minggu (17/11/2019).

Dengan peresmian tersebut Kiai Marzuqi berharap, pemanfaatannya bisa untuk nuansa perjuangan, seperti pelatihan kader-kader NU, disertai dengan acara pemberian ijazah doa. Termasuk untuk  kebutuhan literasi sejarah perjuangan ulama bagi generasi muda. “Ketika kader-kader NU melakukan kegiatan yang membutuhkan penguatan spiritual, di sinilah tempatnya. Yang penting, dimanfaatkan untuk perjuangan NU dan kepentingan NKRI,” tambah Kiai Marzuqi.

Tim Pengarah Revitalisasi MBO, KH Sholeh Hayat menyebut, MBO adalah tempat berkumpulnya para ulama yang dipimpin oleh Kiai Bisri Syansuri sebagai kepala staf. Saat itu yang menjadi sentrum komando barisan Mujahidin adalah KH Abd Wahab Chasbullah. Semuanya berkumpul untuk perjuangan 10 November 1945.

Peresmian gedung MBO merupakan langkah awal dari ikhtiar bersama untuk menjaga, merawat gedung bersejarah tersebut dan menjadikannya sebagai cagar budaya, agar tetap menjadi bukti untuk generasi yang akan datang tentang fakta sejarah perjuangan para Ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karenanya, PWNU Jawa Timur berupaya mengembalikan rumah, aset sejarah yang berharga kembali kepada NU. (Ant)

Lihat juga...