hut

Ratusan Mahasiswa Unisma Protes Kebijakan Kampus

Editor: Mahadeva

BEKASI – Ratusan mahasiswa Universitas Islam 45 (Unisma) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unisma Bekasi (Amunisi) menggelar demonstrasi, memprotes kebijakan kampus, Jumat (8/11/2019).

Aksi digelar mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB menjelang magrib. Aksi bubar setelah mahasiswa berhasil berdialog dan diterima langsung oleh Rektor Unisma, Nandang Najmulmunir. Dalam aksinya, mahasiswa mengajukan enam tuntutan kepada rektor,  yaitu transparasi pengelolaan pendidikan, pemenuhan fasilitas memadai sesuai kebutuhan mahasiswa baik organisasi atau akademik, wujudkan demokrasi kampus.

Kemudian mendesak mewujudkan mutu pendidikan sesuai amanat UUD 1945, stop intimidasi dan kriminalisasi masyarakat mahasiswa Unisma, dan tolak sistem Berhenti Studi Sementara (BSS) otomatis mahasiswa. Meski mahasiswa sempat membakar ban di depan gedung rektor Unisma, aksi tercatat berjalan dengan aman. Rektor Nandang Najmulmunir langsung menandatangani tuntutan mahasiwa, untuk diterapkan di Kampus setempat.

Rektor Unisma Nandang Najmulmunir berdialog dan menandatangani persetujuan enam tuntutan mahasiawanya, Jumat (8/11/2019) – Foto M Amin

“Kami meminta pihak Kampus tidak mengintimidasi mahasiswa yang berorganisasi. Karena melalui organisasi sudah mengangkat derajat kampus hingga terkenal,” ungkap koordinator Aksi Edo Damaro, usai aksi demonstrasi, Jumat (8/11/2019).

Jika rektor tidak mampu menyelenggarakan pendidikan yang baik dan benar, mahasiswa ,mendesak rektor untuk mundur. Tapi mereka menekankan, jangan ada pembungkaman terhadap gerakan organisasi mahasiswa. Unisma harus menyelenggarakan pendidikan dengan demokratis.

Usia menerima mahasiswa, Nandang Najmulmunir, mengatakan, siap mengakomodir semua tuntutan mahasiswanya. Dia menilai, aksi tersebut sebagai bentuk komunikasi antara anak dan bapak. “Ini hanya komunikasi antara anak dan bapak saja.Terkait tata kelola Kampus, tidak ada masalah tentunya, kampus tetap akan memberi pelayanan maksimal lima S,”ujar Nandang.

Untuk BSS otomatis, saat ini di Unisma sudah ditiadakan. “Bahkan ada kebijakan Kampus, bagi mahasiswa yang terdampak narkoba tidak dikeluarkan tapi direhab. Selama rehab tentu dikeluarkan dulu dari kampus,” tegasnya.

Lihat juga...