hut

RS TC Hillers Maumere Tingkatkan Penanganan Limbah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Penanganan sampah atau limbah medis di rumah sakit TC Hillers Maumere terus mengalami peningkatan. Semua ruangan di rumah sakit milik pemeirntah kabupaten Sikka ini permasalahan sampah sudah tertangani dengan baik.

“Sampah atau limbah medis termasuk kategori limbah B3, Bahan Berbahaya dan Beracun sehingga penanganannya harus sesuai standar,” ungkap direktur RS TC Hillers Maumere, dr. Clara Y. Francis, Jumat (15/11/2019).

Direktur RS TC Hiilers Maumere kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Y. Francis, saat berada di ruangan kantornya, di lantai 3 gedung poliklinik, Jumat (15/11/2019). Foto: Ebed de Rosary

Apalagi rumah sakit TC Hillers Maumere, kata Clara, merupakan rumah sakit rujukan bagi para pasien di pulau Flores dan Lembata sehingga penanganan sampah dan limbah medis harus baik.

“Setiap pagi petugas kebersihan kami akan mengambil sampah-sampah dari setiap ruangan di rumah sakit. Baik sampah medis maupun sampah lainnya untuk dikumpulkan,” ungkapnya.

Manajemen rumah sakit milik pemerintah kabupaten Sikka ini, kata Clara, terus berkomitmen bukan saja meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tetapi juga meningkatkan kebersihan di lingkungan rumah sakit.

“Kami adakan tempat-tempat sampah di setiap ruangan dan di lingkungan rumah sakit. Pasien dan keluarga pasien juga kami selalu imbau untuk menjaga kebersihan,” terangnya.

Staf instalasi Sanitasi RS TC Hillers Maumere, Fransiskus Lepa Palle, juga mengakui penanganan sampah dan limbah medis serta pengolahannya terus selalu dibenahi manajemen.

Ciko sapannya menjelaskan, untuk limbah padat, dalam setiap ruangan diletakkan dua buah tempat sampah untuk sampah medis dan non-medis dengan kantong plastik yang berbeda.

“Kami bagi dua jenis sampah yakni sampah medis dan non-medis. Untuk sampah non-medis disediakan kantong plastik berwarna hitam dan sampah medisnya kantong berwarna kuning,” jelasnya.

Sementara untuk sampah padat seperti jarum suntik kata Ciko disiapkan safety box dengan warna kuning yang ditaruh di troli dan semua ruangan harus ada karena terus dicek setiap hari.

Bila ditaruh di troli jelasnya, saat perawat atau dokter memeriksa pasien maka troli akan dibawa serta sehingga memudahkan untuk membuang sampah seperti botol infus.

“Saat memeriksa pasien dan mencabut infus maka sampahnya dimasukkan ke dalam tempat sesuai wadah. Termasuk juga jarum suntik usai dipergunakan langsung dimasukkan ke safety box,” tuturnya.

Petugas kebersihan kata Ciko, setiap pagi akan mengambil sampah dengan membawa wadahnya, sesuai dengan warnanya begitu juga dengan safety box.

Sampah non-medis jelasnya, oleh petugas dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sebelah utara rumah sakit dan sampah medis dibakar di incinerator.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com