hut

Samarium 153, Inovasi BATAN Bagi Penderita Kanker

Editor: Koko Triarko

TANGERANG – Salah satu inovasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)  di bidang radiofarmaka adalah Samarium 153 EDTMP (Ethylene Diamine Tetramethylene Phosponate), atau biasa disebut Sm-153-EDTMP, sebagai terapi paliatif pada penderita kanker. 

Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR), Dr. Rohadi Awaludin, menjelaskan, bahwa Sm-153 ini digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri akibat kanker di tulang.

“Sm-153 ini hadir sebagai targeted therapy paliatif kanker tulang dan metastase ke tulang, untuk menghilangkan rasa sakit, yang sudah tidak bisa diatasi dengan morphin atau analgesik sejenis,” kata Rohadi, saat ditemui di Gedung PTRR BATAN, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (11/11/2019).

Dengan menggunakan Sm-153 ini, pasien tidak akan merasakan rasa sakit dalam rentang waktu 30-40 hari.

Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR), Dr. Rohadi Awaludin, saat menjelaskan tentang Sm-153-EDTMP di Gedung PTRR BATAN, Serpong, Senin (11/11/2019). –Foto: Ranny Supusepa

“Bahkan, ada pengakuan dari salah seorang pasien kanker di RS Dr. Karyadi Semarang, yang menyebutkan dia tidak merasakan sakit hingga rentang waktu dua bulan lebih hanya dengan sekali pemberian,” ucap Rohadi.

Menurutnya, karena terapi Sm-153 ini termasuk targeted therapy, maka beberapa hari setelah memasukkan Sm-153 ke pembuluh darah dengan cara intravena, akan bisa dilakukan scan untuk mengecek keberadaan Sm-153 ini.

“Jadi bisa kelihatan di mana Samarium ini. Apakah ada di tulang atau ada di lokasi lain. Kalau sudah tepat, maka tinggal menunggu kapan, efeknya mulai terasa,” ujar Rohadi.

Ia juga menyebutkan, bahwa efek samping dari Sm-153 ini sangat kecil, dan dosis yang dibutuhkan juga kecil. Yang penting, Sm-153 tidak menimbulkan kecanduan.

Targeted therapy ini berbasis pengenalan molekul. Jadi kalau molekulnya beda, dia tidak akan bereaksi. Sehingga, sangat efektif dalam perawatan yang hanya menjangkau sel kanker,” ujar Rohadi.

Mekanisme kerja Sm-153, lanjut Rohadi, tidak hanya menghilangkan rasa sakit, tapi juga menahan pertumbuhan sel kanker.

“Prinsipnya adalah Samarium ini memiliki radiasi beta yang mampu menghilangkan rasa nyeri dengan mematikan fungsi saraf. Selain itu, Samarium ini juga menekan pertumbuhan sel kanker di tulang,” tutur Rohadi.

Samarium mulai diteliti sejak 2000an pada pertemuan internasional terkait radiofarmaka. Dalam pertemuan ini, dinyatakan ada beberapa bahan radioisotop yang berpotensi menjadi terapi paliatif.

“Saat kembali, BATAN memilah mana yang bisa diproduksi dengan reaktor yang dimiliki. Yang paling mudah, ya Samarium. Baru setelah itu kita tentukan pembawanya. Ya, EDTMP itu,” pungkas Rohadi.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com