hut

Samoa Tetapkan Status Darurat Campak

Walikota New York City Bill de Blasio berbicara dalam jumpa pers menyatakan darurat kesehatan masyaraakat di bagian-bagian dari Brooklyn sebagai tanggapan atas wabah campak, meminta orang-orang yang belum divaksinasi dan tinggal di kawasan terpapar untuk memperoleh vaksin atau menghadapi denda, pada 9 April 2019 – Foto Ant

MELBOURNE – Samoa menetapkan status darurat campak pada akhir pekan ini. Hal itu dilakukan dengan menutup kegiatan persekolahan, serta membatasi kegiatan masyarakat.

Kebijakan tersebut diambil, menyusul beberapa kasus kematian terkait penyebaran penyakit tersebut di wilayah kepulauan Pasifik. Negara pulau yang terletak di antara Hawaii dan Selandia Baru dengan penduduk sekira 200 ribu orang itu, sebelumnya mengumumkan status epidemik campak pada akhir Oktober.

Hal itu dilakukan, setelah terjadi kasus kematian pertama akibat penyakit tersebut. Sejak itu, setidaknya enam kematian terjadi lebih lanjut. Di mana lima di antaranya terjadi pada bayi berusia di bawah dua tahun.

Hingga saat ini, 716 pasien terduga campak dengan sekitar 40 persen membutuhkan perawatan rumah sakit.”Bagaimana penyakit campak menyebar saat ini serta lemahnya perlindungan dengan imunisasi membuat kami mengantisipasi hal yang lebih buruk lagi akan terjadi,” demikian pernyataan Direktur Jenderal Kesehatan Samoa, Leausa Take Naseri, dikutip media setempat.

Terkait dengan hal tersebut, Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, menyebut pada Jumat (15/11/2019) negaranya akan mengirim 3.000 vaksin dan 12 perawat ke Samoa untuk memberikan pendampingan penanganan wabah campak. “Campak adalah penyakit yang mudah menular, dan wabahnya telah menelan korban jiwa di Samoa. Hal ini menjadi kepentingan kita bersama untuk bekerja menghentikan penyebaran penyakit tersebut,” kata Peters.

Kasus penyakit campak meningkat secara global, termasuk di beberapa negara kaya seperti Amerika Serikat dan Jerman. Sebagian orang tua menghindari imunisasi pada anak mereka dengan alasan filosofis atau keagamaan, termasuk karena kekhawatiran atas rumor vaksin bisa menyebabkan autisme. Sejumlah media di Australia dan Samoa melaporkan, pemerintah Samoa menyiapkan program vaksinasi untuk semua orang yang dijadwalkan untuk diumumkan pada Senin (18/11/2019).

Sementara itu di Tonga, wilayah yang berjarak sekitar 900 kilometer dari Samoa, Kementerian Kesehatan negara itu pada pekan lalu menyatakan, penyebaran campak terjadi di sana menyusul kepulangan tim pemain nasional olah raga rugbi dari Selandia Baru.

Sejak saat itu, pemerintah mengidentifikasi telah terjadi 251 kasus campak. “Hal itu terkonfirmasi atau yang masih terduga,” sebut Kementerian Kesehatan Tonga dalam pernyataan tertulis.

Selain itu, wilayah Samoa Amerika, yang bertetangga dengan Pulau Samoa, juga menyatakan status darurat kesehatan masyarakat pada Kamis (14/11/2019), setelah jangkitan wabah campak di Samoa dan Tonga, seperti dilansir dari media Selandia Baru. (Ant)

Lihat juga...