hut

SD Nisrina, Sekolah Berbasis Adab di Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pada dasarnya adab merupakan salah satu ilmu yang mudah dipraktikkan. Tetapi tidak sedikit yang lalai dalam penerapan kesehariannya. Padahal sesorang bisa disebut berakhlak setelah dia memiliki adab yang benar dan baik.

Adab sendiri merupakan istilah dalam agama Islam, setiap yang dikatakan orang beradab, maka harus memiliki perilaku benar. Definisi adab yang benar dalam Islam harus menurut Allah SWT dan rasul-Nya.

“SD Nisrina ini sama dengan SD biasa tidak menggunakan kata Islam Terpadu (IT) tetapi memiliki tagline sekolah berbasis adab. Menggunakan konsep Islam, tidak menggunakan konsep yang lain,” ujar Ustaz Arif, Kepala Sekolah SD Nisrina, kepada Cendana News, Kamis (14/11/2019).

Ustaz Arif, Kepala Sekolah SD Nisrina, di ruang kerjanya, Kamis (14/11/2019) – Foto: Muhammad Amin

SD Nisrina, berlokasi di Jalan Wibawa Mukti II, Jatiluhur, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sekolah tersebut menerapkan konsep adab kepada peserta didiknya yang dibagi atas beberapa item.

Meliputi tiga tahun pertama dari kelas satu sampai kelas tiga peserta didik akan diajarkan tentang adab keseharian seperti adab bangun dan tidur, adab makan, adab dengan orang tua dan adab dalam mencari ilmu.

“Jadi urutannya belajar adab dulu. Kemudian adab dimiliki, adab telah menjadi kebiasaan, menjadi tingkah laku sehari-hari, baru orang tersebut bisa disebut berakhlak. Jadi urutannya di situ,” tegas Arif.

Menurutnya, selama ini kebanyakan orang tua sering melompat ingin langsung masuk ke akhlak mulia dalam mendidik anaknya. Ternyata akhlak mulia tersebut harus dilandasi dengan adab yang benar.

Dicontohkan, seperti adab cara makan harus benar, tata cara bergaul dengan orang, bagaimana menghormati negara tercinta, semua diajarkan di Nisrina. Tiga tahun pertama peserta didik akan digembleng berkaitan dengan kedisiplinan harian.

“Tiga tahun berikutnya baru belajar adab lebih luas, adab bertamu, adab bernegara bagaimana menghormati negara dan bagaimana menghormati warga negara berbeda keyakinan,” tandas Arif.

Menurutnya, SD Nisrina memiliki visi untuk mewujudkan sekolah yang menjadi pelopor adab. Namun demikian ia tidak ingin mengklaim bahwa Nisrina yang mempelopori sekolah adab. Prinsipnya sambung Arif, untuk menjadikan orang yang Ihsan seperti visi Kota Bekasi, maka harus memiliki masyarakat yang beradab dulu.

Nisrina juga mengadakan kelas pengajian dengan melibatkan wali murid setiap malam tertentu. Hal tersebut tentu sebagai nilai plus SD Nisrina untuk bisa masuk ke ranah keluaga. Karena sekolah adab tidak bisa berdiri sendiri, sekolah adab mengharuskan support dari keluarga.

Pasalnya jika keluarga tidak support untuk menjadikan anaknya beradab maka sekolah tentu berat mewujudkan sekolah berbasis adab. Tetapi ketika keluarga memberi dukungan positif, dan menyerahkan ke sekolah untuk dibentuk sedemikian rupa, maka akan menjadi kesatuan tersendiri.

“Pembentukan adab harus pertama kemauan murid sendiri, profesionalisme dari guru dan tentunya dukungan dari keluarga. Ketiganya menjadi aturan yang tak terpisahkan. Jika salah satu dari itu hilang maka sulit untuk mewujudkan,” tukasnya.

Terakhir dia berpesan untuk semua dewan guru agar melakukan yang terbaik. Di mana berada lakukan semaksimal mungkin.

Saat ini diketahui SD Nisrina hanya baru sampai kelas IV, dan pengurusan perizinan masih dalam proses. Dikatakan untuk ujian kelulusan tahun pertama SD Nisrina akan menginduk ke salah satu sekolah. Setelah itu tahun kedua, dia berharap, sudah bisa menyelenggarakan ujian secara mandiri.

Lihat juga...