hut

Sebulan, Polres Banyumas Musnahkan Ribuan Botol Miras

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Dalam satu bulan terakhir, jajaran Polres Banyumas terus melakukan kegiatan Operasi Cipta Kondisi. Dan hasilnya sebanyak ribuan botol minuman keras dari berbagai jenis serta minuman ciu ribuan liter berhasil di sita. Barang bukti tersebut kemudian dimusnahkan pada Rabu (6/11/2019).

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, mengatakan, total ada 3.570 botol miras berbagai jenis, kemudian ciu sebanyak 545,5 liter dan tuak sebanyak 1. 493,5 liter yang dimusnahkan. Miras tersebut disita dari berbagai lokasi.

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, memberi penyataan tentang operasi miras yang rutin dilakukan, Rabu (6/11/2019) – Foto: Hermiana E. Effendi

“Miras ini merupakan sumber masalah tindak pidana, banyak tindak pidana yang diketahui pelakunya mengkonsumsi miras, sehingga pemberantasan miras menjadi salah satu agenda rutin dari Polres Banyumas,” terang Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, pihaknya menjumpai masih banyak miras yang dijual bebas dan proses untuk mendapatkannya sangat mudah.

Termasuk anak-anak sekolah juga bisa mendapatkan miras dengan mudah.

Hal tersebut jelas melanggar aturan, sebab Pemkab Banyumas secara tegas sudah melarang peredaran miras secara bebas, bahkan miras di Banyumas harus 0 persen.

“Peredaran miras yang bebas dan mudah diperoleh ini, tentu menjadi keprihatinan kita semua, sebab sangat berpotensi merusak generasi muda. Karena itu operasi miras terus digalakkan dan rutin dilakukan, sesuai dengan amanat perda di Banyumas,” jelasnya.

Terlebih menjelang perayaan Natal dan tahun baru, lanjut Kapolres, maka polisi mempunyai kewajiban untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di masyarakat. Untuk mewujudkan Kabupaten Banyumas yang kondusif, maka masyarakat harus terbebas dari pengaruh miras, terutama generasi mudanya.

Sebagian besar miras yang dimusnahkan berasal dari beberapa toko dan warung yang menjual miras kemasan pabrikan tanpa izin. Kemudian ada juga miras produk rumahan, yaitu ciu yang juga ditemukan dijual bebas.

Pemusnahan miras yang berlangsung di halaman Mapolres Banyumas ini, dihadiri oleh pejabat dan tokoh-tokoh Banyumas.

Ketua DPRD Banyumas, dr Budhi Setiawan yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, perda miras yang ada sekarang ini tidak sinkron dengan ketentuan. Dimana Perda nomor 15 tahun 2014 menyatakan ancaman hukuman sampai 6 bulan.

Sementara untuk tindak pidana ringan (Tipiring) ancaman hukumannya adalah 3 bulan, sehingga tidak klop dan para produsen ciu tidak bisa dijerat dengan tipiring.

“Nanti kita akan kaji kembali perda tersebut, jika memang sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, maka akan kita ajukan revisi,” kata dr Budhi.

Lihat juga...