hut

Sepanjang Januari-September, 13.217 Perkara Diputus MA

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Sepanjang tahun 2019 mulai Januari hingga September Mahkamah Agung (MA) telah memutus perkara sebanyak 13.217 perkara, dan ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2018 yang hanya 11.372 perkara.

Ada pun sisa perkara pada akhir bulan September 2019 sebanyak 4195 perkara, meningkat 21,24 persen dibanding priode yang sama di tahun 2018 yang berjumlah 3460 perkara.

Sedangkan tahun 2019 mulai Januari hingga Desember MA telah registrasi 16.505 perkara, dan ini mengalami peningkatan 22,78 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yang meregenerasi 13.444 perkara.

“Sementara rasio memutus perkara Mahkamah Agung priode Januari sampai September 2019 sebesar 75,91 persen, jumlah ini berkurang 0,76 persen dibanding periode yang sama di tahun 2018 yang mencapai 76,67 persen,” kata Ketua MA Hatta Ali dalam acara Rapat Pleno Mahkamah Agung Tahun 2019 di Bandung lewat keterangan tertulis MA di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Hatta Ali mengatakan, peningkatan kinerja penanganan perkara tidak hanya ditunjukkan dari sisi peningkatan jumlah perkara yang diputus tahun 2019 sebesar 16,22 persen, namun juga dari cepatnya proses pemeriksaan perkara.

Dari jumlah 13.217 perkara yang diputus pada periode Januari sampai dengan September 2019, sebanyak 12.612 perkara (95,43 persen) diputus dalam waktu 1-3 bulan, sebanyak 590 perkara (4,46 persen) diputus 3-6 bulan, sebanyak 12 perkara (0,09 persen) diputus dalam waktu 6-12 bulan dan 3 perkara (0,02 persen) diputus dalam waktu 12-24 bulan.

“Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kepatuhan majelis hakim agung terhadap ketentuan waktu memutus perkara sebagaimana diatur dalam SK KMA 114/2014 mencapai angka sangat tinggi yaitu 95,43 persen,” ujarnya.

Hatta Ali mengungkapkan, Mahkamah Agung dalam satu dasawarsa terakhir selalu mencetak rekor terbaik penanganan perkara dalam setiap tahunnya. Sebagai contoh, sisa perkara MA tahun 2016 berjumlah 2950 dinyatakan sebagai sisa terkecil dalam sejarah MA. Rekor tersebut melampaui pada tahun 2017 dengan jumlah sisa perkara MA sebanyak 1388 perkara.

“Rekor kinerja terbaik tahun 2017 kembali dapat dipecahkan di tahun 2018 dengan sisa perkara sebanyak 906 perkara. Tahun 2019 MA bertekad untuk memecahkan semua rekor terbaik penanganan perkara yang telah diraih tahun-tahun sebelumnya, baik dari jumlah sisa, jumlah putus, rata-rata waktu memutus maupun parameter lainnya. Percepatan proses penyelesaian perkara dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pencari keadilan,” ungkapnya.

Lihat juga...