hut

Situs Tutari di Jayapura Butuh Perhatian

Para pelajar SMP dari Kabupaten Jayapura usai melihat sejumlah sektor pada Situs Megalitik Tutari di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (20/11/2019) – Foto Ant

JAYAPURA – Keberadaan Situs Megalitik Tutari, yang terletak Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua butuh perhatian. Utamanya dari para pemangku kepentingan.

“Sejak tiga tahun terakhir ini, Situs Megalitik Tutari tidak mendapat perhatian dari dinas terkait,” kata Hans Marthen Pangkatana, juru kunci atau penjaga Situs Megalitik Tutari di sela-sela sosialisasi Rumah Peradaban Situs Megalitik Tutari untuk generasi milenial yang dilaksanakan oleh Balai Arkeologi Papua di Doyo Lama, di Jayapura, Rabu (20/11/2019).

Padahal, berbagai laporan dan aduan terkait kebutuhan untuk perawatan Situs Megalitik Tutari sudah sering dilayangkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua. Tapi hingga kini tidak ada tanggapan atau balasan. “Saya kerja di sini sejak 1999, tapi perhatian tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata tidak sama dengan Tugu McArthur di Ifaar Gunung,” tandasnya.

Hal yang perlu mendapat perhatian diantaranya, papan nama Situs Megalitik Tutari yang berjumlah dua buah sudah tidak terbaca lagi isinya. Bahkan keberadaanya telah dicabut dari pinggir jalan. Sementara satu unit rumah yang ada di lokasi situs tersebut, perlu mendapatkan peremajaan atau renovasi, karena telah rusak disejumlah bagian.

Bahkan tidak ada toilet dan air bersih bagi wisatawan yang datang berkunjung. “Jadi, Selasa (19/11/2019) malam karena Balai Arkeologi Papua mau buat sosialisasi kepada para pelajar, akhirnya pegawai mereka membersihkan area dipintu masuk dan sekitar rumah situs dengan mesin babat. Karena mesin babat yang kami punya disini sudah rusak sejak lama,” keluh Hans lebih lanjut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Joko Sunaryo mengaku, tidak bisa berbuat optimal untuk pengelolaan area di Situs Megalitik Tutari. Hal itu dikarenakan, pengelolaan ataupun pengawasannya ada pada instansi lain. “Tetapi, kami terus berupaya untuk melakukan yang terbaik. Situs Megalitik Tutari sudah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Jayapura, dan ini kami selalu gaungkan dalam Festival Danau Sentani,” katanya.

Kepala Balai Arkeologi Papua, Gusti Made Sudarmika menilai, Situs Megalitik Tutari bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Jayapura dan Provinsi Papua. Namun, pengelolaan situs harus dilakukan secara profesional dengan melibatkan masyarakat setempat. “Dan yang terutama adalah, Situs Megalitik Tutari tetap lestari, para generasi muda Papua juga bisa mengenal keunikan atau tempat-tempat bersejarah atau prasejarah yang bernilai seni tinggi. Sarannya semua pemangku kepentingan harus peduli dengan situs ini,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com