hut

SMP-SMA Labschool di Tangsel Siapkan SDM Unggul Era 4.0

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Ketua Yayasan Edukasi Karakter Bangsa (EDUKARSA) Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM, IPU, CME, MMS, mengatakan, untuk mewujudkan karakter SDM unggul di era 4.0 diperlukan model pendidikan yang dapat memberikan kekhususan berbasis kompetensi dalam setiap proses belajar mengajarnya.

“Kami sadar, untuk mencapai tersebut diperlukan kerja sama dari semua pihak yang bersedia dan bersinergi dalam program pendidikan khusus di bidang masing-masing, dan alhamdulillah beberapa pihak sudah bersedia,” ujarnya, dalam sambutan acara Ground Breaking Pembangunan Sarana dan Prasarana SMP – SMA Labschool, Cirendeu, Tangerang Selatan, Selasa (12/11/2019).

Arissetyanto menambahkan, bahwa sejalan dengan program pemerintah dalam membangun SDM unggul yang berkarakter 4.0, juga perlu dilakukan dengan niat konkret, mulai dari pendidikan dini, dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.

“Untuk itu, Yayasan Edukasi Karakter Bangsa (EDUKARSA) ingin mengambil peran untuk menjalankan program pemerintah tersebut, dengan membangun sekolah Labschool, bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Cirendeu, Tangerang Selatan,” katanya.

Menurut Arissetyanto, jika tidak ada aral di atas tanah seluas 9.600 meter persegi akan berdiri bangunan empat lantai dengan jumlah kelas untuk SMP dan SMA masing-masing 18 unit.

Pada akhir tahun ke empat, kelas tersebut akan menampung lebih dari seribu siswa dengan konsep smart school, yang didukung dengan fasilitas digital, yakni program start up dan bisnis edukatif.

Ketua Yayasan Edukasi Karakter Bangsa (EDUKARSA) Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM, IPU, CME, MMS, bersama Ketua Yayasan Supersemar, Soebagyo, SH.,dan Soehardjo Soebardi beserta istri serta kolega, menekan tombol sirene tanda diresmikannya ground breaking pembangunan Labschool di Tangerang Selatan, Selasa (12/11/2019). -Foto: M Fahrizal

“Semoga dengan tekad yang baik ini, sekolah Labschool Tangerang Selatan akan menciptakan kader-kader pemimpin unggul bangsa Indonesia yang mandiri, berdikari, berkepribadian, dan berkebudayaan dengan berlandaskan iman, ilmu, dan amal,” katanya.

Sementara itu Dirut PT Bressindo Media Edukasi, Trisetyani Budiutami, menambahkan, bahwa sekolah ini nantinya akan serba digital. Para siswa akan dibekali dengan sistem digital, karena saat ini sudah memasuki industri digital 4.0, serta mendukung program pemerintah dengan menyiapkan SDM yang kreatif, dan mandiri.

“Mudah-mudahan, Indonesia akan mencapai Indonesia emas pada 2045,” katanya.

Menurut Yani, target pembangunan secepatnya dengan perhitungan kurang lebih delapan bulan akan selesai secara bertahap.

Ia memperkirakan, sekolah tersebut akan menampung 200 siswa pada angkatan pertama, dan tahun ke empat bisa mencapai 1.000 siswa.

“Labschool di Tangerang Selatan, khususnya di provinsi Banten memang belum ada. Dan, saya yakin prospek ke depannya sangat bagus,” katanya.

Diharapkan, para siswa selain pintar secara akademis, juga kreatif, karena yang dibutuhkan sekarang ini tidak hanya pintar saja, tetapi juga memiliki kreativitas.

Turut dalam peresmian ground breaking tersebut, Soehardjo Soebardi beserta istri, dan Ketua Yayasan Supersemar, Soebagyo, SH.

Lihat juga...