Sukses Juragan Telur Asin di Cilacap Berawal dari ‘Modal Kita’

Editor: Koko Triarko

CILACAP – Menurunnya usaha rongsok yang ditekuni, tak membuat Misdi (45), warga Dusun Babakan, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, patah semangat. Ia justru bangkit dan beralih usaha dengan bantuan modal dari KUD Mandiri Lestari Sejahtera, dan kini ia sukses menjadi juragan telur asin.

Ayah dari tiga anak ini, awalnya menerima bantuan dari program ‘Modal Kita’ Yayasan Damandiri sebesar Rp2 juta. Saat itu, ia masih menekuni usaha rongsok, yaitu mencari segala macam barang bekas dan menjualnya kembali.

Usahanya mengalami pasang surut dan saat keuntungan terus menurun, Misdi sampai tidak bisa membayar angsuran.

“Usaha sedang menurun, kebetulan ada keluarga yang sakit dan harus mengeluarkan uang untuk berobat, sehingga saya terpaksa menunggak angsuran sampai dua bulan,” kata Misdi, Rabu (27/11/2019).

Misdi merasa sangat beruntung, karena saat usahanya sedang turun, pihak koperasi justru sangat komunikatif dan mengajaknya berdiskusi untuk mencari solusi.

Menunggak angsuran dua bulan, Misdi bukannya mendapat punishment, tetapi justru mendapat penawaran untuk menambah pinjaman guna memulai usaha baru.

“Waktu itu saya ingin memulai usaha telur asin, dan pihak koperasi memberikan dukungan dengan menambah pinjaman, padahal sebelumnya saya sudah menunggak angsuran,” tuturnya.

Pada pinjaman ke dua, Misdi mendapatkan Rp3 juta. Uang tersebut dipergunakan untuk memulai usaha telur asin. Awal produksi, Misdi membuat 600 telur asin. Satu butir telur bebek, ia beli dengan harga Rp2.000. Setelah diolah dan menjadi telur asin, Misdi menjualnya dengan harga Rp2.800 per butir.

Bersama istrinya, Tumini, Misdi mengolah sendiri telur asin. Cara pembuatan telur asin cukup memakan waktu, karena itu ia harus memperbanyak stok telur bebek.

Untuk pembuatannya, pertama telur bebek dicuci bersih, kemudian dibalut dengan adonan batu bata yang sudah dihaluskan dan ditambah dengan garam. Perendaman dengan batu bata ini memakan waktu hingga 15 hari. Setelah itu, telur kembali dicuci bersih dan dikukus selama kurang lebih 3 jam.

Berawal dari 600 butir telur asin, kini Misdi sudah memproduksi hingga 2.000 telur asin per hari. Untuk pemasarannya, ia berkeliling sendiri ke warung-warung di Desa Madura, untuk menitipkan telur asin buatannya. Sekarang, pemasarannya sudah menjangkau keluar Kecamatan Wanareja.

Sejak berjualan telur asin, Misdi mengaku kehidupan ekonomi keluarganya berangsur membaik. Angsuran pinjaman ke koperasi juga lancar dibayarkan setiap bulannya.

Bahkan, saat ini Misdi sedang mempertimbangkan untuk merekrut karyawan guna membantu pembuatan telur asin.

“Sudah ada tetangga yang minta ikut kerja dengan saya, kebetulan saya juga sudah agak kewalahan untuk memproduksi sendiri, karena produksi telur asin sudah lumayan banyak,” pungkasnya.

Lihat juga...