hut

Tahun Ini Dinkes Banyumas Selesaikan Pemeriksaan Dini Mata Siswa SD

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Masih banyak anak-anal di Kabupaten Banyumas yang mengalami gangguan penglihata, namun masih tidak menggunakan kaca mata.

Dari penelusuran yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas, hal itu dikarenakan belum memeriksakan mata, dan akibat ketidaktahuan. Hal itu mendorong dilakukan pemeriksana mata secara dini, untuk siswa SD di daerah tersebut.

Kasi Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Keswa dan Penanggulangan Napza Dinkes Banyumas, Jasun S.Kep, Senin (4/11/2019) – (Foto Hermiana)

Ditargetkan, kegiatan akan selesai di akhir tahun ini. Pemeriksaan sudah dilakukan di seulruh SD, yang ada di 27 kecamatan. Kasi Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Keswa dan Penanggulangan Napza Dinkes Banyumas, Jasun S.Kep, mengatakan, di Oktober 2019, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap siswa SD kelas 4, 5 dan 6 di satu kecamatan.

Hasilnya, dari 1.388 anak yang diperiksa, ada 127 anak yang dinyatakan mengalami gangguan penglihatan.  “Dari 127 anak yang mengalami gangguan penglihatan, 72 anak diantaranya sudah kita konsultasikan ke profesi refraksionis dan ternyata sebanyak 52 anak membutuhkan kaca mata, sebab tingkat minus mata mereka sudah sampai 1,25 hingga 2,5, bahkan ada yang sampai minus tiga dan empat, dan tidak menggunakan alat bantu kaca mata,” papar Jasun, Senin (4/11/2019).

Kondisi tersebut, memunculkan pertanyaan, selama ini di proses belajar-mengajar di sekolah, apakah anak-anak tersebut bisa mengikuti perlajaran. Sementara kondisi mata minus empat, dan tidak menggunakan alat bantu kaca mata. “Terkadang orang sekitar mengatakan mereka malas membaca, padahal sebenarnya bukan karena faktor malas, tetapi karena mata mereka memang tidak memungkinkan untuk membaca. Bisa jadi pula mereka nilainya tidak bagus, bahkan sampai tidak naik kelas, tetapi hal tersebut bukan karena mereka bodoh,” terangnya.

Jasun menyebut, fakta tersebut baru terungkap dari satu kecamatan saja. Padahal Banyumas terdiri dari 27 kecamatan, artinya masih ada anak-anak SD di 26 kecamatan yang kemungkinan besar mengalami hal serupa. Sementara itu, untuk 52 siswa SD yang sudah melakukan pemeriksaan gangguan penglihatan, dan dinyatakan membutuhkan kaca mata, akan diberikan kaca mata gratis. Kaca mata tersebut merupakan bantuan dari  Balai Kesehatan Indra Masyarakat (BKIM) Jawa Tengah.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com