hut

Taman Burung TMII Sukses Tangkarkan Gagang Bayam Timur

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berhasil menangkarkan burung Gagang Bayam Timur (White Headed Stilt). Ini jenis satwa langka khas Indonesia yang dilindungi dan mulai habis habitatnya.

Dalam tingkahnya, sepasang burung Gagang Bayam Timur itu  berada di Kubah Barat Taman Burung TMII, sangat menggemaskan.

Gerakan lincah burung Gagang Bayam Timur dengan bulu tubuh warna putih berpadu warna hitam di sayap dan pundak, begitu memukau.

Kaki panjangnya warna merah muda melangkah menjuntai ke sana ke mari dengan lirikan mata menggoda. Sesekali mengepakkan sayap terbang dari ranting satu ke satunya.

Saat kaki panjangnya menapak bebatuan, satu ekor Gagang Bayam Timur pun melenggang jalan mencari makan. Sedangkan satu ekor lagi, tubuhnya mendekap di bebatuan menyatu dengan rambut dengan sesekali matanya melirik.

Manajer Unit Taman Burung dan Taman Reptile Indonesia serta Museum Komodo TMII, M. Piter Kombo, mengatakan, tahun 2019 tepatnya bulan Agustus, Taman Burung TMII telah berhasil menangkarkan burung langka jenis Gagang Bayam Timur.

Manajer Unit Taman Burung dan Taman Reptile Indonesia serta Museum Komodo TMII, M. Piter Kombo, saat ditemui di Museum Indonesia TMII, Jakarta, Sabtu (30/11/2019). Foto: Sri Sugiarti

“Penangkaran ini prestasi kita. Dimana ini penangkaran atau perkembangbiakan Gagang Bayam Timur pertama di Indonesia untuk lembaga konservasi. Sebelumnya, belum pernah ada yang menangkarkan,” kata Kombo kepada Cendana News ditemui di Museum Indonesia TMII, Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Taman Burung TMII merupakan lembaga konservasi yang berkomitmen untuk mengembangkan dan melestarikan ragam jenis satwa burung khas Indonesia.

Dia mengatakan, jenis burung Gagang Bayam Timur ini habitatnya di alam Indonesia semakin langka. Yaitu pulau Jawa, Jakarta dan Jawa Barat, tinggal sisa di pulau Jawa, yakni di sisi tengah dan timur saja.

Sedangkan penyebaran burung Gagang Bayam Timur ini mulai dari pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

“Jadi ini hal yang membanggakan untuk kami karena kita yang pertama menangkarkan untuk jenis tersebut,” ujar Kombo.

Taman Burung TMII mengoleksi jenis burung Gagang Bayam Timur ini sejak tahun 2007. Jadi menurut Kombo, pihaknya hampir 12 tahun baru berhasil menangkarkan jenis burung langka khas Indonesia ini.

“Satu jenis indukan, kita punya satu pasang Gagang Bayam Timur. Kemudian kita dapat anak tiga ekor anakan hasil penangkaran,” ujarnya.

Penangkaran jenis burung ini membutuhkan waktu lama dikarenakan menurut Kombo, karena banyak faktor yang berpengaruh pada keberhasilan berbiaknya. Seperti lingkungan yang nyaman, pakan, gangguan predator dan sebagainya.

“Alhamdulillah setelah renovasi Taman Burung ini, kita lakukan banyak perbaikan. Kita susun ulang dan salah satu hasilnya terlihat penangkaran burung ini sukses dilakukan,” ucapnya.

Sebagai lembaga konservasi, Taman Burung TMII sepanjang tahun bisa menangkarkan 15-30 jenis burung yang berbeda-beda. Dan burung langka yang sukses penangkaran ini tidak diperjual-belikan.

“Karena jenis burung ini dilindungi tentu saja tidak dapat diperjual-belikan. Dan TMII kan sebagai lembaga konservasi,” ujarnya.

Kombo berharap anakan burung Gagang Bayam Timur yang berhasil berkembangbiak ini, tentu saja dapat memberikan prestasi TMII dalam upaya konservasi satwa di Indonesia.

“Adanya pertukaran dengan lembaga lain tentu saja kami sangat terbuka,” pungkasnya.

Lihat juga...