hut

Tanaman Berbau Menyengat, Ampuh Usir Nyamuk dari Rumah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Tanaman yang mengeluarkan bau menyengat diklaim mampu mengusir nyamuk dari rumah. Dosen Biologi Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat, Dr. Resti Rahayu, menjelaskan ada sejumlah jenis tanaman yang memiliki bau yang menyengat di antaranya sereh wangi, kumis kucing, dan bunga tahi ayam.

Keampuhan sereh wangi, kumis kucing, dan bunga tahi ayam itu, telah diterapkan oleh civitas akademika Biologi Univeritas Andalas kepada masyarakat yang ada di Air Dingin, tepatnya di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Padang. Lokasi itu dipilih, karena sangat rentan terkena penyakit deman berdarah (DBD).

Ayu menyebutkan, untuk kawasan yang berdekatan dengan TPA sangat dianjurkan menanami tumbuhan yang memiliki bau menyengat tersebut.

Setidaknya dengan adanya tanaman tersebut, dapat meminimalisir adanya serangan nyamuk ke rumah, dengan harapan penghuni rumah bisa diselamatkan dari penyakit DBD.

“Kita dari Universitas Andalas Padang telah mensosialiasikan itu kepada masyarakat dan melibatkan pelajar serta guru yang ada SDN 57 Air Dingin. Harapannya jika di sekolah telah ditanami tumbuhan yang dimaksud, anak-anak yang sekolah bisa terselamatkan dari serangan nyamuk. Sehingga saran kita juga kepada orang tua murid agar turut menanam tanaman itu di rumah masing-masing,” katanya, Jumat (22/11/2019).

Ia menyebutkan untuk mengajak masyarakat yang ada di sekitar kawasan TPA tersebut, civitas Akademika Biologi Universitas Andalas bekerjasama dengan Warung Ikhlas Dunsanak.

Artinya dengan adanya tempat itu, pihaknya melakukan penyuluhan pencegahan penyakit demam berdarah, mengundang langsung para siswa, guru SDN 57 Air Dingin, serta melibatkan orang tua yang tinggal di sekitar lokasi TPA dimaksud.

Civitas akademika Biologi Universitas Andalas Padang saat memberikan sosalisasi tentang mengantisipasi serangan nyamuk melalui tanaman obat kepada siswa dan masyarakat sekitar TPA Air Dingin yang berlangsung di ruang SDN 75 Padang, Jumat (22/11/2019)/Foto: M. Noli Hendra

Dikatakannya, nyamuk yang merupakan Vektor penyakit DBD sangat senang tinggal di daerah-daerah tertentu yang mendukung perkembangbiakannya. Salah satunya adalah pada air tergenang di sampah-sampah plastik. Sampah plastik dinilai turut menyumbang 15 persen dari total keseluruhan sampah.

“Hal itu dibuktikan dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Data itu menjelaskan bahwa air tergenang di sampah plastik tersebut berpotensi menjadi sarang dan tempat perkembangbiakan nyamuk,” ujarnya.

Begitu juga untuk lokasi TPA Air Dingin yang sekitarnya cukup ramai penduduk, yang juga berpotensi menjadi salah satu tempat tumbuh dan berkembangnya populasi nyamuk, yang berkorelasi meningkatnya risiko terkena demam berdarah.

Untuk itu, kata Ayu, sangat perlu dilakukan pencegahan penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk kepada masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Air Dingin tersebut.

Penyuluhan dimulai dengan mengenalkan tentang nyamuk, ciri-ciri penderita yang terkena demam berdarah dan apa saja usaha pengendalian nyamuk.

“Jadi kepada siswa dan orang tua diperkenalkan dengan tumbuhan-tumbuhan umum yang bisa menjadi anti-nyamuk seperti sereh wangi, kumis kucing, bunga tahi ayam dan lain lainnya. Karena tanaman-tanaman tersebut sebenarnya sudah dikenal masyarakat namun belum dimanfaatkan secara baik,” ucap Dr. Resti Rahayu yang juga merupakan dosen tamatan S3 Institut Teknologi Bandung ini.

Selain pengenalan tumbuhan, civitas akademika Biologi Universitas Andalas Padang juga mengedukasi cara membuat ekstrak yang murah dan mudah dari tumbuhan, sehingga bioinsektisida tersebut dapat dijadikan sebagai pengusir hama pengganggu.

Menurutnya, prinsip tanaman antinyamuk dan bioinsektisida ini adalah tanaman yang mengeluarkan bau menyengat, tidak disukai oleh hama/serangga termasuk nyamuk, sehingga nyamuk tidak datang dan tidak jadi menggigit.

Sementara itu, Tim Pengabdian Masyarakat Universias Andalas Padang yang diketuai oleh Dr. Indra Junaidi Zakaria menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan salah satu dari Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Program IBPSNB (Iptek Berbasis Program Studi dan Nagari Binaan).

Sepanjang berlangsungnya sosialisasi, pihak sekolah dan orang tua siswa sangat antusias dan senang mengikuti kegiatan tersebut. Berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat hingga di masa mendatang.

Agar masyarakat dan pihak sekolah bisa menanam tumbuhan yang mengeluarkan bau menyengat itu tumbuh di kawasan sekolah dan di rumah warga, tim dari Jurusan Biologi Universitas Andalas menyerahkan beberapa tumbuhan sereh wangi kepada kepala sekolah, untuk ditanam di sekitar sekolah.

Sehingga diharapkan menjadi pencegah nyamuk datang dan mengurangi risiko demam berdarah di sekolah.

“Kegiatan ini juga diharapkan menjadi upaya penanaman kesadaran hidup sehat kepada anak-anak yang bertempat tinggal di sekitar TPA sampah kota Padang,” sebut Junaidi Zakaria.

Lihat juga...