Teknologi AR Karya Mahasiswa Unibraw Percepat Pembuatan Batik

Ilustrasi - Proses pembuatan batik tahap pengeringan (Dok. CDN)

MALANG — Teknologi Augmented Reality (AR) Batik karya mahasiswa program Magister Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) Malang mampu memangkas atau menghemat waktu pembuatan batik hingga 80,24 persen.

Teknologi AR Batik yang dihasilkan Wahyu Teja yang sekaligus sebagai bahan tesis itu di bawah bimbingan dua dosennya, yakni Dr Eng Herman Tolle dan Dr Eng Ahmad Afif Supianto.

“Dari total waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan batik tradisional, tahapan membatik adalah yang paling banyak memakan waktu. Hal ini dikarenakan adanya tahapan membuat pola yang berulang dengan menggunakan pensil kemudian ditindas dengan lilin,” kata Teja di Malang, Jawa Timur, Kamis (28/11/2019).

Belum lagi, lanjutnya, penggambaran pola batik itu sendiri rawan terjadi kesalahan karena kurang hati-hatinya perajin.

Untuk mengatasi masalah pembuatan motif/pola batik tersebut, Wahyu Teja, melakukan penelitian membuat teknologi yang diberi nama Augmented Reality Batik (AR Batik).

Teja menerangkan bahwa teknologi ini memanfaatkan teknologi augmented reality berbasis marker. Teknologi ini mampu menampilkan motif batik digital jika dihadapkan pada kain yang telah diberi penanda titik khusus.

Dengan demikian, lanjutnya, pembuat batik tidak perlu menggambar motif batik dengan pensil terlebih dulu pada kain, karena motif batik langsung ditampilkan pada permukaan kain oleh aplikasi.

Lihat juga...