hut

Terowongan Nanjung Bandung, Dipastikan Beroperasi di 2020

Editor: Mahadeva

BANDUNG – Bersama warga dan komunitas di daerahnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, meninjau langsung progres pembangunan Terowongan Nanjung, di Curug Jompong, Margaasih, Kabupaten Bandung, Sabtu (16/11/19).

Adapun terowongan air kembar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum tersebut, dibangun untuk mengatasi permasalahan banjir akibat luapan Sungai Citarum. Progres pembangunan terowongan kembar itu sampai Sabtu (16/11/19) diklaim sudah mencapai 95 persen. “Insyaallah terowongan ini pertengahan Desember 2019 selesai dan efektif berfungsinya di awal 2020,” kata gubernur yang akrab disapa Emil trsebut usai peninjauan, Sabtu (16/11/2019).

Di sepanjang 2019, Emil menyebut ada 16 proyek yang dibangun dengan skala kecil maupun besar di Jawa Barat. Mulai dari penyodetan, pengerukan, pembuatan kolam retensi, hingga proyek yang utamanya yakni pembangunan Terowongan Nanjung. “Dari 16 proyek itu, yang terbesarnya adalah Terowongan Nanjung, dua jalur untuk mengalirkan air yang sering melambat di daerah Curug Jompong karena arusnya berkelok dan banyak batu besar yang menyebabkan air balik arah,” tutur Emil.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil meninjau langsung progres pembangunan Terowongan Nanjung di Curug Jompong, Margaasih, Kabupaten Bandung, Sabtu (16/11/19). (Foto: Ist/ M Amin)

Dia mengimbau, masyarakat untuk tidak membuang sampah langsung ke sungai. Pasalnya, perilaku itulah yang menjadi sumber masalah di sepanjang DAS Citarum. “Jadi saya imbau warga, bersama kami pemerintah turut membantu minimal merubah perilakunya tidak membuang sampah sembarangan,” tandas Emil. “Mohon doanya saja, nanti kita lihat di musim hujan kira-kira Desember ini mudah-mudahan ada perubahan yang signifikan dalam mengurangi banjir,” tambahnya.

Selain membangun terowongan kembar, upaya pengendalian banjir DAS Citarum dilakukan pemerintah pusat hingga 2024. Sesuai Program Citarum Harum, dalam Perpres No.15/2018, tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Bila 16 proyek di 2019 ini pengerjaan lancar, maka sekira 700 hektare wilayah rutin genangan akan terbebas dari banjir. “Kalau semua 16 proyek ini lancer, sekitar 700 hektare wilayah yang rutin banjir menurut teori harusnya bisa bebas atau minimal terkurangi,” ucapnya.

Pemerintah Daerah Provinsi Jabar tahun ini sudah membebaskan lahan seluas 4,5 hektare di daerah Andir, untuk membuat kolam retensi tambahan.”Kemudian ditambah dari Bapak Bupati Bandung 10 hektare di daerah hulunya, untuk membuat kolam retensi yang lebih banyak karena Cieunteung satu saja tidak cukup,” tandas Emil.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Bob Arthur Lombogia, menjelaskan, tugas dari Terowongan Nanjung adalah melepas air yang tinggi ke daerah Saguling. Dan progres pembangunan terowongan kembar itu sampai Sabtu (16/11/19) sudah mencapai 95 persen.

“Kapasitas dari masing-masing terowongan adalah 350 meter kubik per detik, jadi kalau dua terowongan 700 meter kubik per detik air yang bisa ditampung. Di kolam penampungan, sedimen atau sediment trap yang kami bangun di area terowongan juga akan mampu menampung 6000 kubik sedimen. Kami juga membangun jembatan sepanjang 60 meter untuk kebutuhan operasi dan pemeliharaan,” tutupnya.

Lihat juga...