hut

Tiga Ilmu Penting di Dalam Islam

Editor: Mahadeva

SUMEDANG — Secara garis besar, ilmu dalam Islam ada tiga, yakni Tauhid, Fikih, dan Tasawuf. Tauhid adalah ilmu yang membahas tentang keesaan Allah SWT dan aqidah.

Seseorang dikatakan beriman atau tidak, tergantung pada tauhidnya. Begitu-pun seseorang, disebut mukmin (orang beriman) atau tidak juga tergantung pada tauhidnya. Ilmu Tauhid membahas tentang ke-Esaan Allah SWT, yaitu terkait dengan sifat-sifat Allah SWT.

“Konsekuensi dari seseorang yang mempelajari ilmu Tauhid adalah ditempatkan atau abadi di surga, yang tidak (mempelajari ilmu Tauhid) akan ada di neraka,” kata Plh. Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah di Yayasan Al Masoem, Kabupaten Sumedang, Jumat (8/11/2019).

Selanjutnya adalah Fikih, atau bisa disebut juga ilmu Syariah. Seseorang yang melaksanakan ilmu ini, pertanda dirinya sebagai orang yang ahli surga. Empat rukun yang diajarkan dalam ilmu Fikih yaitu, rukun Ubudiyah atau tata cara beribadah, rukun Munakahat atau tata cara perkawinan, rukun Muamalat atau tata cara berniaga, dan rukun Jinayat atau ilmu pemerintahan. “Dan kita sebagai orang beriman harus tahu ilmu Fikih dan melaksanakannya. Seseorang yang melaksanakan ilmu Fikih disebut muslim,” jelasnya.

Ilmu ketiga adalah ilmu Tasawuf. Inti dari ilmu ini adalah, keikhlasan di dalam hati. Untuk itu, segala bentuk ibadah dilaksanakan dengan niat karena Allah SWT. Sementara orang yang melaksanakan ilmu Tasawuf disebut mufsidin. “Kita melaksanakan ibadah dengan keikhlasan untuk mendapatkan rida Allah SWT. Jangan ada kita melaksanakan ibadah karena ingin dipuji misalnya,” jelasnya.

Uu mengatakan, inti dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah, meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi Muhamamd SAW sering disebut Muludan. “Inti dari pada Muludan ada tausyiah, ada agama, yaitu pepatah yang disampaikan dengan niat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” jelas Uu.

Untuk itu momentum Muludan, umat diminta untuk dapat meniru, meneladani akhlak Rasulullah SAW, baik dari segi keilmuan maupun dari segi sunah-sunahnya. Semuanya tercermin dari akhlak, moral, dan budi pekerti yang luhur.

Lihat juga...