hut

Tiga Kawasan Di Jakarta Barat Jadi Proyek Awal Atasi Penurunan Tanah

Ketua Kelompok Kerja (pokja) Sosialisasi JICA Teppei Tsurubuchi mempresentasikan tiga kawasan di Jakarta Barat yang akan dijadikan rencana aksi penanggulangan penurunan tanah di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (20/11/2019) – Foto Ant

JAKARTA – Tiga kawasan di Jakarta Barat, ditargetkan menjadi proyek awal mengatasi penurunan permukaan tanah di Jakarta. Kegiatan tersebut dilakukan oleh lembaga pemerintahan Jepang untuk membantu negara berkembang yakni Japan International Cooperation Agency (JICA).

“Mereka akan membuat rencana aksi (action plan) pada tiga kawasan area percontohan penanggulangan penurunan tanah di Jakarta Barat,” Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Fredy Setiawan, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya, JICA menargetkan kawasan Malibu Estate Cengkareng Timur, Rusun Pesakih Daan Mogot dan Mall Taman Anggrek, Grogol Petamburan. Namun, perlu kajian mendalam bagi mereka untuk menerapkan teknologinya. “Ada sejumlah usulan yakni pembuatan fasilitas penampungan air hujan dan tambahan kapasitas tampungan waduk,” ujar Fredi.

Terkait dengan rencana tersebut, Fredi meminta JICA berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti pengembang, pengelola mall, Suku Dinas Perindustrian dan Energi (Sudis PE) Jakarta Barat yang mengawasi pajak air tanah, pihak kecamatan serta kelurahan. “Mereka butuh lahan untuk pembuatan teknologi penampungan air hujan. Tentunya ini perlu pengkajian lebih dalam dan koordinasi dengan banyak pihak, seperti pengembang, pengelola mal dan Sudis PE, termasuk kelurahan dan kecamatan,” jelas Fredi.

Fredi menyebut, jika program tersebut terlaksana, langkah tersebut akan berpengaruh terhadap penanganan banjir rob di Jakarta Barat.

Ketua Kelompok Kerja (pokja) Sosialisasi JICA, Teppei Tsurubuchi, mempresentasikan tiga kawasan di Jakarta Barat yang akan dijadikan rencana aksi penanggulangan penurunan tanah. Dari pemantauan yang dilakukan, kawasan Malibu Estate Cengkareng Timur dinilai berhasil mengatasi masalah penurunan tanah. “Dari 2007-2010, terjadi penurunan tanah di kawasan Cengkareng Timur Malibu Estate, namun itu tidak lagi mengalami penurunan tanah dari 2014-2018, ini contoh yang bagus. Kami ingin menjadikan ini sebagai keberhasilan berhentinya penurunan tanah,” ujar Teppei.

Teppei mengatakan, penurunan tanah di kawasan Cengkareng Timur disebabkan adanya suplai air dari Palyja pada 2010 sehingga pengambilan air tanah berhenti. (Ant)

Lihat juga...